Antrean Solar di SPBU Manado Bikin Resah Warga, Usaha Terganggu, Trotoar Rusak
Chintya Rantung July 15, 2026 01:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Antrean solar kendaraan di SPBU memicu protes keras masyarakat. 

Antrean tersebut dinilai menimbulkan kemacetan, merusak trotoar hingga mengganggu usaha perekonomian. 

Hendi, warga Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulut menyebut antrean 
kendaraan di seputaran SPBU Politeknik membuat pelanggan terhalang masuk ke tokonya. 

"Mereka parkir di badan jalan depan toko hingga menghalangi pelanggan, akibatnya pelanggan saya komplain karena 
sulit parkir depan toko," kata dia kepad Tribunmanado.com, Rabu (15/7/2026). 

Dikatakannya, para supir truk yang antre solar kadang parkir kendaraan seenaknya di badan jalan, lalu meninggalkannya begitu saja. 

Aksi kempis ban oleh Dishub dan Sat Pol PP Kota Manado, disebutnya belum cukup. 

"Esoknya mereka kembali lagi," katanya. 

Ia berharap ada langkah lebih tegas lagi agar antrean solar kendaraan tidak merugikan para pengusaha serta UMKM. 

Dia juga menyoroti aksi parkir tersebut yang kadang memakai trotoar. 

Akibatnya pengguna trotoar justru musti jalan di badan jalan. 

"Dan ujung ujungnya, trotoar rusak," kata dia. 

Amatan Tribunmanado.com, antrean kendaraan solar di SPBU juga menyebabkan kemacetan. 

Jalanan menyempit karena kendaraan yang parkir memakai badan jalan.

Di SPBU Kairagi depan Taman Makam Pahlawan, sejumlah sudut jalan dipasangi larangan parkir. 

Kendaraan parkir di luar area tersebut. 

Kasat Pol PP Manado Novel Siwi menyebut pihaknya melakukan pengempisan ban kendaraan yang parkir di trotoar. 

Sebut dia, sejumlah trotoar rusak gara gara jadi tempat parkir sejumlah kendaraan berat yang antre BBM. 

"Ini akan terus kami lakukan," katanya. (Art) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.