Siasat PT Blueray Penuhi Permintaan Suap Pejabat Bea Cukai, John Field Beri Kode-kode ke Anak Buah
Musahadah July 15, 2026 11:50 AM

 

SURYA.CO.ID – PT Blueray Cargo memiliki siasat khusus untuk memenuhi permintaan suap dan gratifikasi dari oknum pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.  

Ternyata mereka memiliki kode-kode rahasia untuk penyiapan uang, hingga pengakuan saksi mengenai pengiriman amplop berisi uang kepada pimpinan Blueray Cargo Group.

Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan dengan terdakwa tiga mantan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Ketiganya adalah mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Rizal, mantan Kepala Subdirektorat Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono, serta mantan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Orlando Hamonangan menerima suap dan gratifikasi dengan total sekitar Rp78,8 miliar. 

Sidang menghadirkan saksi HRD PT Blueray Cargo, Viny Liverie Lie, dam asisten pribadi John Field, Yohanes Setiawan.

Baca juga: 3 Alasan John Field Minta Dihukum Seadil-adilnya, Ditekan Oknum Bea Cukai hingga Takut Usaha Mandeg

Salah satu fakta yang terungkap ialah percakapan WhatsApp antara HRD PT Blueray Cargo, Viny Liverie Lie, dengan asisten pribadi John Field, Yohanes Setiawan.

Dalam chat tersebut muncul pembahasan mengenai "BC Pusat" yang disertai tulisan "Wk-wk".

Saat dikonfirmasi jaksa, Viny mengaku tulisan tersebut merupakan candaan yang berangkat dari anggapannya bahwa Bea Cukai kembali meminta uang.

"Tadi ada nih komunikasi yang 'Wk-wk' di belakangnya dengan Pak Yohanes. Dan di situ juga tadi kaitan dengan BC Pusat... saksi memahami minta uang lagi?" tanya jaksa.

"Iya, itu hanya anggapan saya saja," jawab Viny.

Viny mengatakan hal itu juga pernah disampaikan oleh John Field.

Jaksa kemudian mendalami mengapa dirinya selalu mengaitkan kode BC dengan uang.

"Apa yang membuat saksi jadi bisa paham BC ini selalu identik?" tanya jaksa.

"Masalah uang," jawab Viny.

"Masalah uang, menyiapkan uang, baik. Apa penyampaiannya lagi?"

"Iya, ada permintaan," ujar Viny.

John Field Beri Kode-kode ke Anak Buah

Persidangan juga mengungkap adanya penggunaan sejumlah kode internal dalam pencatatan penyiapan uang.

Di hadapan jaksa, Viny mengaku seluruh instruksi tersebut berasal langsung dari John Field.

Jaksa kemudian bertanya apakah ada kode lain yang identik dengan Bea Cukai.

"Sales 2 dan Biru," jawab Viny.

Menurut Viny, John Field pernah memanggilnya ke kantor di kawasan Mangga Besar 8 untuk menjelaskan kode-kode tersebut sekaligus memerintahkannya menyiapkan uang.

Setelah uang disiapkan, kata Viny, John Field juga memerintahkannya menukarkan uang tersebut ke mata uang dollar Singapura.

Dalam persidangan juga terungkap penulisan kode pada amplop seperti BC1, BC2, BC3, hingga BC4.

"Awal mulanya kode amplop diperintahkan oleh Pak John," kata Viny.

Jaksa mengungkap penyiapan uang dilakukan sebanyak tujuh kali sejak Juli 2025 hingga Januari 2026 dengan nilai sekitar Rp61,7 miliar.

Namun Viny mengaku tidak mengetahui dasar penentuan nominal tersebut.

"Saya tidak tahu kalau penentuan jumlah uang. Karena sudah diberikan dari Pak John," kata Viny.

Ia juga mengaku membagi sendiri uang ke dalam amplop sesuai kode.

Meski demikian, Viny menegaskan dirinya hanya menjalankan perintah.

"Saya hanya diminta menyiapkan saja," ujar dia.

Goodie bag berisi amplop uang

Kesaksian lain datang dari Yohanes Setiawan yang merupakan asisten pribadi John Field.

Ia mengaku beberapa kali diminta membawa goodie bag berisi amplop yang telah disiapkan Viny untuk diserahkan kepada John Field.

"Bu Viny kasih goodie bag dan amplop ini, bawain buat Ko John, katanya suruh titip kamu," ujar Yohanes.

Setelah menerima titipan tersebut, ia langsung menyerahkannya kepada atasannya.

Yohanes mengaku sempat memotret amplop sebelum diserahkan.

"Karena masalah uang. Saya kan bawa uang ini. Jadi, foto dulu ini, takutnya duitnya hilang," kata dia.

Ia memastikan amplop yang dibawanya telah berisi uang.

Yohanes juga mengaku beberapa kali mengantar John Field ke kantor Bea Cukai.

Namun ia menegaskan hanya menunggu di parkiran dan tidak pernah melihat penyerahan uang secara langsung.

Baca juga: Vonis Ringan Penyuap Kasus Impor, Tersebut Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

"Saya ikut cuma nunggu di parkiran, tidak masuk, Pak," ujar Yohanes.

Menurut Yohanes, sejak sekitar Oktober 2025, penyerahan uang tidak lagi dilakukan langsung oleh John Field, melainkan dialihkan kepada dua pegawai lain, yakni Dedy dan Andri.

3 Eks Pejabat Didakwa suap dan gratifikasi Rp 78,8 miliar

BONGKAR - John Field, Pemilik PT Blueray Cargo yang blak-blakan membongkar suap puluhan miliar kepada pegawai Ditjen Bea Cukai.  (Kolase Kompas.com dan Tribunnews)

Dalam surat dakwaan, jaksa menyebut ketiga terdakwa diduga menerima suap berupa uang Rp61,74 miliar serta fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,84 miliar sehingga total suap mencapai Rp63,58 miliar.

Selain itu, ketiganya juga didakwa menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha importir, pengusaha rokok, dan pihak lain yang berkaitan dengan Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC senilai Rp15,22 miliar.

Dengan demikian, total suap, fasilitas hiburan, barang mewah, dan gratifikasi yang diduga diterima ketiga terdakwa mencapai Rp78.812.712.240 atau sekitar Rp78,8 miliar.

Selain dakwaan bersama tersebut, Orlando Hamonangan juga didakwa secara terpisah menerima gratifikasi lain senilai Rp8,1 miliar yang disebut berkaitan dengan urusan kepabeanan. (kompas.com)

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.