Sebuah pertarungan taktik klasik menanti para penggemar sepak bola pada hari Rabu. Semifinal Piala Dunia FIFA 2026 yang sangat dinantikan antara Inggris dan Argentina kemungkinan akan ditentukan oleh duel langsung antara dua pemain bernomor punggung 10 yang luar biasa: legenda Lionel Messi dan bintang muda Inggris yang sedang naik daun, Jude Bellingham. Kedua playmaker ini telah membawa negara mereka masing-masing ke babak empat besar, menciptakan laga yang sangat menarik di Stadion Mercedes-Benz.
Bagi Messi yang berusia 39 tahun, pertandingan ini membawa pengalaman baru dalam kariernya: ia belum pernah menghadapi Inggris dalam laga internasional. Ikon Argentina itu tengah berada dalam performa dominan, mencetak delapan gol di turnamen ini untuk membawa timnya melewati ujian berat melawan Tanjung Verde dan Mesir. Sebagai pemegang rekor sepanjang masa Piala Dunia dengan 21 gol, Messi berambisi mengulang kejayaan Diego Maradona pada tahun 1986 dengan meraih gelar dunia dua kali berturut-turut. “Mencoba mengambil inspirasi dari apa yang dilakukan Diego itu sulit. Hanya Leo yang bisa melakukannya,” ujar rekan setimnya, Alexis Mac Allister.
Di sisi lain kariernya, berdiri Bellingham yang baru berusia 23 tahun. Gelandang andalan Real Madrid ini telah mencetak enam gol di turnamen, termasuk dua gol penting melawan Meksiko dan Norwegia. Kesuksesan saat ini merupakan kebangkitan luar biasa; Bellingham sempat dicoret oleh pelatih Thomas Tuchel tepat sebelum Piala Dunia dimulai, memicu perdebatan sengit tentang posisinya. Namun, setelah penampilan luar biasa di perempat final, Tuchel dengan cepat menyebutnya sebagai “kelas dunia”.
Gaya bermain Bellingham sangat berbeda dengan visi elegan dan kontrol bola luar biasa milik Messi. Gelandang asal Inggris ini mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan, dan penetrasi tajam ke depan. Kedewasaannya sudah tampak sejak masa remajanya di Birmingham City, berkembang di Borussia Dortmund, dan mencapai puncaknya di musim debut spektakuler bersama Real Madrid, di mana ia mewarisi nomor punggung ikonik 5 milik Zinedine Zidane. Bersama kapten Harry Kane, yang juga mencatat enam gol, Bellingham memberikan daya gedor luar biasa bagi Inggris.
Laga ini memiliki beban sejarah yang besar, menelusuri kembali hingga konflik Falklands tahun 1982 dan berbagai momen legendaris di Piala Dunia. Mulai dari kartu merah kontroversial Antonio Rattin pada tahun 1966 dan “Tangan Tuhan” Maradona pada 1986, hingga kartu merah terkenal David Beckham pada 1998, ketegangan antara kedua negara ini selalu tinggi.
Alih-alih memikirkan luka masa lalu, kapten Inggris Harry Kane mengungkapkan bahwa ia mengambil inspirasi dari momen penebusan Beckham lewat penalti terkenalnya pada tahun 2002 melawan Argentina. “Kisah penebusan seperti itu adalah salah satu kenangan favorit saya tentang tim Inggris,” kata Kane. Kini, skuad modern Inggris siap menulis babak baru dalam sejarah pertemuan klasik ini.