TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pihak Polda Bali menegaskan masih menunggu hasil resmi autopsi tim medis untuk memastikan penyebab utama kematian Aaron James Kennedy (46).
Warga Negara Asing (WNA) asal Kanada tersebut ditemukan tewas di Komplek El Tulip Springhill, Jimbaran, Badung.
Hasil autopsi ini guna mempertegas validitas dugaan awal bahwa korban murni mengakhiri hidup dengan menembakkan pistol ke arah kepalanya.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy mengungkapkan bahwa kepastian hukum dan motif di balik insiden tragis di villa tersebut baru bisa terjawab sepenuhnya secara ilmiah setelah data otopsi kantong jenazah diserahkan kepada penyidik.
Baca juga: Polda Bali Ungkap Hasil Olah TKP Tewasnya Deteni WNA Australia, Sempat Coba Akhiri Hidup
"Tanda-tanda yang kita temukan termasuk bekas jejak mesiu yang berada di dekat kepala. Cuma nanti kita bisa pastikan setelah hasil otopsi keluar," ungkap Kombes Pol Ariasandy saat dijumpai Tribun Bali di Mapolda Bali, pada Rabu 15 Juli 2026.
Saat ini, proses pengujian medis terhadap jasad pria kelahiran Oakville tersebut dilaporkan sedang berlangsung.
Pihak kepolisian meminta semua pihak bersabar menunggu hasil laboratorium keluar guna menjawab kepastian terkait dinamika kematian korban.
"Kita belum terima hasil dari otopsi. Nanti dari hasil autopsi itu baru bisa terjawab apakah yang bersangkutan ini bunuh diri apa tidak. Saat ini prosesnya sementara berjalan dan kita tinggal menunggu," jelasnya.
Baca juga: Buronan Interpol Asal Rumania Berhasil Ditangkap di Bali, Dalang Pembunuhan Pakai Senjata Api
Sembari menunggu hasil otopsi, fokus penyelidikan paralel juga diarahkan pada penelusuran asal-usul senjata api jenis pistol yang ditemukan di TKP.
Kasus ini menjadi perhatian serius lantaran saat diamankan oleh tim gabungan Polda Bali dan Polresta Denpasar, pistol tersebut kedapatan masih menyimpan amunisi aktif yang cukup berbahaya.
"Senjata apinya masih kita dalami. Jenisnya pistol, ada magazinenya dan saat diamankan masih tersisa empat butir peluru. Tim masih bekerja mendalami dari mana senjata itu didapat dan siapa yang menyerahkannya," jabarnya.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa total lima orang saksi yang mengetahui runtutan kejadian di TKP, termasuk rekan korban yang sempat mendobrak pintu villa untuk melakukan evakuasi awal.
Berdasarkan data sekunder kepolisian, Aaron James Kennedy diduga nekat menembak diri lantaran memiliki riwayat penyakit paranoid kronis serta tercatat sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak tiga kali saat masih tinggal di Jakarta.
Korban pertama kali ditemukan oleh sahabatnya, Benjamin, dalam kondisi bersimbah darah dengan luka tembak di bagian tubuh atas setelah pintu utama villa terpaksa didobrak akibat terkunci dari dalam sejak pagi hari. (*)