Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan masuk sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cengkong I, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, anak masih didominasi diantar oleh ibunya pada Rabu (15/7/2026).
Pantauan Warta Kota Network, para orangtua yang didominasi ibu-ibu itu telah datang sejak pukul 06.00 WIB. Ada pula yang baru datang ketika para siswa telah berbaris di lapangan.
Sementara, ayah yang mengantar anaknya terlihat sedikit, hanya beberapa saja. Kebanyakan para ayah hanya mengantar sampai ke pintu gerbang sekolah, tidak sampai menunggu kegiatan MPLS di sekolah tersebut.
Terlihat para orangtua menunggu di belakang maupun depan barisan anaknya di lapangan.
Ada pula yang menunggu dari jarak jauh di area teduh seperti di bawah pohon maupun teras sekolah.
Siswa yang mengikuti upacara dan baris MPLS tidak hanya siswa baru kelas 1, akan tetapi siswa lama mulai kelas 2 hingga 6 pun ikut.
Saat apel MPLS, pihak SDN Cengkong I memperkenalkan kepala sekolah serta nama-nama guru maupun wali kelas.
Apel dan baris di lapangan selesai pukul 08.00 WIB. Setelah itu, para siswa kelas 2 hingga 6 dipersilakan kembali pulang ke rumah.
Sedangkan siswa baru kelas 1 langsung diminta masuk ke ruang kelas yang telah ditentukan.
Orangtua siswa, Rusmaidah (35), mengungkapkan anaknya pada pagi hari diantar oleh ayahnya. Sedangkan untuk menjemput dan memantau kegiatan MPLS dilakukan oleh dirinya.
"Tadi pagi ayahnya antar, cuman enggak bisa lama nunggu, langsung berangkat kerja. Jadi aku yang jemput sampai lihat kegiatan MPLS," kata Rusmaidah saat diwawancarai pada Rabu (15/7/2026).
Ia menerangkan, anaknya menjadi siswa baru kelas 1. Pada hari pertama, anak perempuannya bersemangat untuk masuk sekolah dasar.
Bahkan, dirinya dibangunkan anaknya saat pagi hari hendak berangkat sekolah.
"Wah semangat anaknya, enggak susah bangunnya. Malah aku yang dibangunin," jelas dia.
Sementara itu, orangtua siswa lainnya bernama Mala mengaku suaminya tidak bisa mengantar anaknya di hari pertama sekolah. Sebab, suaminya masuk kerja di pabrik.
"Enggak, saya yang antar. Suami kan kerja di pabrik masuk pagi," kata dia.
Sang suami, kata Mala, ingin sekali mengantar anaknya di hari pertama. Akan tetapi, tidak ada kelonggaran dari perusahaan tempatnya bekerja.
"Enggak bisa izin telat gitu, mau cuti sudah dipakai kemarin pas libur sekolah," imbuh dia.
Sementara itu, Kepala SDN Cengkong I, Saepudin mengungkapkan, sebetulnya telah melakukan pertemuan dengan orangtua sebelum MPLS.
Dalam pertemuan itu disampaikan agar pada hari pertama MPLS anak diantar oleh ayahnya.
Hal itu berdasarkan gerakan nasional dari pemerintah pusat dan juga surat edaran Bupati Karawang agar ayah di Karawang dapat mengantarkan anaknya pada hari pertama MPLS dan masuk sekolah.
"Tapi dari hasil rapat diskusi dengan orangtua, mereka sulit juga karena bekerja. Kecuali ada kompensasi atau diizinkan perusahaan datang telat ke tempat kerjanya karena antar anak dulu," kata dia.
Sehingga, kata Saepudin, pihak sekolah hanya menyarankan agar para ayah bisa mengantar anaknya sampai gerbang sekolah sambil berangkat bekerja.
"Jadinya kebanyakan ayah siswa ini antar sampai gerbang, dia tidak ikut selama kegiatan MPLS, ibunya yang jaga dan jemput," kata dia. (MAZ)