Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Perempuan Bangsa Sulawesi Tengah yang digelar di Zamrud Resort Palu, Rabu (15/7/2026), menetapkan Badriyah sebagai Ketua DPW Perempuan Bangsa Sulawesi Tengah periode mendatang.
Muswil tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB MPR RI.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, menyampaikan ucapan selamat sekaligus berharap kepengurusan baru mampu memperkuat organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
"Atas nama DPW PKB Sulawesi Tengah, saya mengucapkan selamat kepada Ibu Badriyah atas amanah sebagai Ketua DPW Perempuan Bangsa Sulawesi Tengah. Semoga kepemimpinan yang baru mampu membawa Perempuan Bangsa semakin maju, solid, dan menjadi kekuatan strategis dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat serta memenangkan PKB pada Pemilu 2029," ujar Safri.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Produk Hukum Daerah, Kemenham Sulteng Dampingi Penyusunan Ranperda Berbasis HAM
Safri menegaskan bahwa Musyawarah Wilayah bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat konsolidasi kader, menyusun arah perjuangan, sekaligus memilih kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan politik ke depan.
Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng itu berharap kepengurusan yang terbentuk mampu bekerja secara produktif, kreatif, inovatif, berintegritas, serta memiliki semangat juang tinggi dalam membesarkan Perempuan Bangsa dan memperkuat posisi PKB di Sulawesi Tengah.
Safri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jajaran Perempuan Bangsa Sulawesi Tengah yang telah menyelenggarakan Muswil dengan baik sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi perempuan di lingkungan PKB.
Menurutnya, PKB sejak awal memiliki komitmen kuat dalam mendorong keterlibatan perempuan di dunia politik, bukan hanya untuk memenuhi kuota keterwakilan, tetapi menghadirkan perempuan sebagai pengambil keputusan yang mampu memperjuangkan kepentingan rakyat.
Baca juga: Dandim 1311/Morowali Ajak Warga Pulau Umbele Gotong Royong Sukseskan TMMD ke-129
"Perempuan Bangsa memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi organisasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kader-kader perempuan memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun komunikasi dengan keluarga, pelaku UMKM, majelis taklim, organisasi sosial, kelompok pemuda hingga masyarakat desa," katanya.
Karena itu, Safri mengajak seluruh kader Perempuan Bangsa untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas basis dukungan masyarakat, serta membangun kaderisasi yang berkelanjutan agar semakin banyak perempuan tampil sebagai pemimpin di legislatif, eksekutif maupun berbagai ruang pengambilan kebijakan.
"Semakin banyak perempuan yang terlibat dalam politik dan pembangunan, saya yakin partai akan semakin besar, semakin kuat, dan semakin produktif," ujarnya.
Safri juga menekankan bahwa perjuangan politik tidak hanya berbicara tentang pemilu, tetapi diwujudkan melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Politik, menurutnya, harus mampu menghadirkan solusi bagi persoalan rakyat, mulai dari akses kesehatan, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.
Ia mengingatkan agar kepengurusan Perempuan Bangsa tidak hanya aktif secara administratif, tetapi benar-benar hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Baca juga: Aliansi Masyarakat Babasalan Demo di Polresta Banggai, Desak Kawal Konstatering di Tanjungsari
"Kita tidak membutuhkan kepengurusan yang hanya tertulis dalam Surat Keputusan. Kita membutuhkan pengurus yang hadir, bekerja, mendengar aspirasi rakyat, dan berkeringat bersama masyarakat. Pengurus yang sibuk bekerja jauh lebih bernilai daripada pengurus yang hanya aktif di media sosial," tegasnya.
Safri menambahkan, organisasi akan semakin besar apabila para kader hadir ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan, termasuk saat terjadi bencana, mendampingi perempuan yang membutuhkan perlindungan, serta memperjuangkan hak-hak anak.
Ia berharap Perempuan Bangsa dapat menjadi motor penggerak kegiatan sosial kemasyarakatan sekaligus menjadi sekolah politik yang melahirkan kader-kader perempuan berkualitas, berintegritas, dan dicintai masyarakat.
Safri juga mengajak seluruh kader mulai melakukan konsolidasi sejak dini menuju Pemilu 2029.
Menurutnya, kemenangan politik tidak dibangun menjelang pemilu, melainkan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
"Kepemimpinan ibu Badriyah bersama jajaran pengurus yang baru dapat menjadikan Musyawarah Wilayah ini sebagai titik awal kebangkitan Perempuan Bangsa Sulawesi Tengah, sehingga organisasi semakin berkontribusi dalam pembangunan daerah dan memperkuat kemenangan PKB pada Pemilu 2029," pungkasnya. (*)