SRIPOKU.COM - Memasuki gerbang Tahun Ajaran Baru 2026/2027, peran guru Sekolah Dasar (SD) dari kelas 1 sampai kelas 6 dituntut untuk bergerak cepat dalam mengenali karakteristik peserta didik.
Dalam ekosistem Kurikulum Merdeka, proses ini diwadahi lewat Asesmen Diagnostik Awal.
Asesmen diagnostik terbagi menjadi dua pilar utama: Asesmen Non-Kognitif (untuk memetakan kesejahteraan psikologis, gaya belajar, dan kondisi keluarga) serta Asesmen Kognitif (untuk mengukur capaian akademis dasar).
Baca juga: 8 Contoh Soal Asesmen Diagnostik Awal Jenjang SD Tahun Ajaran 2026/2027 Literasi dan Numerasi
Hasil dari kedua asesmen ini akan menjadi fondasi utama guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas.
Agar mempermudah Bapak dan Ibu Guru memasukkan draf ke panel CMS sekolah atau rapor digital tanpa kendala kode eror, berikut adalah draf contoh instrumen lengkap Asesmen Diagnostik Awal Kelas 1-6 SD (Kognitif & Non-Kognitif) format teks biasa:
Petunjuk untuk Guru:
A. Pertanyaan Psikologis & Kesiapan Emosi
B. Pertanyaan Pemetaan Gaya Belajar (Ceklist Pilihan)
A. Melihat gambar pajangan, grafik, atau video animasi (Visual).
B. Mendengarkan penjelasan guru bercerita atau mendengarkan lagu (Auditori).
C. Langsung mempraktikkan benda konkret, bergerak, atau membuat prakarya (Kinestetik).
A. Fase A (Contoh Kelas 1 dan 2 SD)
Fokus pada pengenalan huruf, kata sederhana, dan konsep hitung benda di bawah angka 20.
B - O - L - A dan B - U - K - U
2. (Numerasi) Hitunglah jumlah jari tangan kiri dan tangan kananmu jika digabungkan menjadi satu. Berapakah jumlah totalnya?
Jawaban siswa: 10
B. Fase B (Contoh Kelas 3 dan 4 SD)
Fokus pada pemahaman kalimat cerita pendek, penjumlahan/pengurangan ratusan, dan perkalian dasar.
Jawaban siswa: Setiap sore hari.
2. (Numerasi) Di sebuah toko kelontong terdapat 125 butir telur ayam. Sore harinya, telur tersebut laku terjual sebanyak 45 butir. Berapakah sisa telur di toko sekarang?
Jawaban siswa: 125 - 45 = 80 butir.
C. Fase C (Contoh Kelas 5 dan 6 SD)
Fokus pada penarikan kesimpulan teks, operasi pecahan dasar, dan logika analisis ruang.
Jawaban siswa: Penebangan liar menyebabkan banjir karena hilangnya resapan air.
2. (Numerasi) Ibu memiliki sebuah semangka utuh. Semangka tersebut dipotong menjadi 8 bagian yang sama besar untuk dibagikan kepada anak-anaknya. Jika Tono mengambil 3 potong, berapa bagian pecahan semangka yang diambil oleh Tono?
Jawaban siswa: 3/8 bagian.
Dengan draf asesmen yang simpel dan terstruktur ini, Bapak dan Ibu Guru tidak perlu lagi bingung memulai pekan efektif pertama pembelajaran. Silakan salin materi ini untuk kebutuhan administrasi kelas Anda.***