Pemprov Jatim Siapkan 18 Sekolah Rakyat Terintegrasi untuk Tekan Kemiskinan
Titis Jati Permata July 15, 2026 11:32 AM

 

SURYA.co.id, MADIUN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya menyiapkan operasional 18 Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) pada akhir Juli 2026, tetapi juga merancang intervensi menyeluruh bagi keluarga siswa sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan kemiskinan.

Selain memastikan seluruh kebutuhan pendidikan siswa terpenuhi secara gratis, pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi orang tua hingga perbaikan rumah tidak layak huni.

Progres Sesuai Target

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengatakan seluruh pembangunan fisik SRT di Jawa Timur saat ini menunjukkan progres yang sesuai target.

Baca juga: Ribuan Siswa Kurang Mampu di Jawa Timur Siap Masuk Sekolah Rakyat

"Jadi sekarang 18 SR (di Jawa Timur) rata-rata paling rendah (progres pembangunan) fisiknya itu 91 persen. Dan mudah-mudahan nanti di akhir bulan semuanya bisa sesuai dengan ketentuan. Sekarang sudah on-process ya, dikebut ya oleh Kementerian PU (Pekerjaan Umum)," kata Novi ditemui SURYA.co.id di SRT Madiun, Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (14/7/2026).

Lengkapi Beragam Kebutuhan Siswa

Seiring penyelesaian bangunan, pemerintah juga mulai melengkapi berbagai kebutuhan siswa, mulai dari bangku sekolah, tempat tidur, hingga perlengkapan makan agar seluruh SRT siap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli mendatang.

"Ini semua dalam rangka untuk percepatan supaya masing-masing 31 Juli itu sudah bisa (melaksanakan) MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)," lanjutnya.

KEBUT - Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani ditemui di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Madiun di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (14/7/2026). Pembangunan 18 SRT di Jawa Timur dikebut dan ditargetkan mulai beroperasi akhir bulan Juli 2026.
KEBUT - Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani ditemui di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Madiun di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (14/7/2026). Pembangunan 18 SRT di Jawa Timur dikebut dan ditargetkan mulai beroperasi akhir bulan Juli 2026. (Surya.co.id/Sofyan Arif Candra Sakti)

Meski demikian, Pemprov masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kuota peserta didik, khususnya untuk jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD). 

Dibanding jenjang SMP dan SMA, proses rekrutmen siswa SD di sejumlah daerah masih berlangsung.

"(Rekrutmen calon siswa) SD tentu saja ini belum akhir ya, karena belum pleno ya. Ada yang sudah selesai kota/kabupaten Kediri, tapi yang lainnya itu on-process," tegas Novi.

Sistem Pembelajaran Fleksibel

Menurutnya, kondisi tersebut tidak akan menghambat operasional sekolah. 

RT menerapkan sistem pembelajaran yang fleksibel melalui konsep Multi Entry dan Multi Exit, sehingga siswa tetap dapat bergabung meski tahun ajaran telah berjalan.

"Nah, ini artinya (operasional) bisa dimulai dulu, tetapi juga ini nanti komposisi bisa saja berubah. Misalnya, sekarang yang overload kan SMA, SMP. Nah, nanti bisa rombelnya di ubah ya, tapi kita maksimalkan dulu (masing-masing kuota). Dan ini belum penetapan di setiap kabupaten, jadi masih bergerak," jelasnya.

Novi menegaskan masyarakat tidak perlu ragu menyekolahkan anak di SRT. 

Seluruh kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan hidup siswa selama tinggal di asrama akan ditanggung pemerintah.

Bantuan Modal Usaha untuk Orangtua Siswa

Lebih jauh, intervensi pemerintah tidak berhenti pada siswa. 

Orang tua mereka juga menjadi sasaran program pemberdayaan agar mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Pemprov Jawa Timur tengah menyiapkan bantuan modal usaha, sementara Kementerian Pekerjaan Umum akan mendukung melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu).

"Kementerian sudah menyiapkan desain program, Pemprov juga menyiapkan desain program. Artinya ini kan untuk mempercepat penurunan kemiskinan. Pendidikan oke untuk Sekolah Rakyat, tapi orang tuanya juga perlu kita sentuh pemberdayaan ekonomi bagi mereka yang memiliki usaha," tegas Novi.

Selain itu, perlindungan sosial bagi keluarga penerima manfaat juga akan diperkuat.

"Dan kita pastikan perlindungan jaminan sosial keluarga ini juga bisa terpenuhi. Rasanya kalau semua bergerak bersama untuk SR ini insyaallah percepatan penurunan kemiskinan akan tercapai di Jawa Timur," lanjutnya.

Pembangunan SRT Hampir Rampung

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Bobby Saktia Putra Lubis, memastikan pembangunan SRT Kabupaten Madiun hampir rampung.

"Progres sampai dengan minggu ini sudah tercapai 92 persen. Tinggal sekitar 8 persen lagi," kata Bobby.

Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian akhir bangunan.

"Lebih banyak kepada finishing. Minggu ini diselesaikan finishing gedung sekolah dan gedung belajar. Minggu terakhir karena targetnya tanggal 30 Juli, akan finishing untuk kantin, musala, dan juga asrama," jelasnya.

Difungsikan saat MPLS Mulai

Ia optimistis seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target sehingga sekolah siap difungsikan saat MPLS dimulai.

"Secara fungsional insyaallah tercapai tanggal 30 Juli, sehingga target tanggal 31 Juli untuk MPLS bisa terealisasi," tegasnya.

SRT Kabupaten Madiun berdiri di atas lahan seluas 5,8 hektare dengan fasilitas yang dirancang mendukung pendidikan berasrama, mulai dari ruang belajar, asrama, kantin, lapangan sepak bola hingga gedung serbaguna.

"Fasilitasnya cukup bagus. Siswa nanti tinggal di asrama. Ada kantin, lapangan soccer di belakang, dan gedung serbaguna yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan anak-anak," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.