SURYA.CO.ID SURABAYA - Persebaya Surabaya membangun kekuatan baru dengan memadukan pemain senior, talenta muda, dan rekrutan asing untuk menghadapi musim 2026/2027.
Di tengah proses itu, Rachmat Irianto mengambil peran penting sebagai sosok yang menjaga kekompakan sekaligus mempercepat adaptasi seluruh anggota skuad.
Kehadiran pemain yang akrab disapa Rian itu menjadi salah satu modal penting Green Force dalam membangun tim yang solid.
Pengalaman panjangnya bersama Persebaya membuatnya memahami karakter klub, kultur ruang ganti, hingga ikatan emosional yang selama ini menjadi kekuatan Bajol Ijo. Nilai-nilai itulah yang kini ia bagikan kepada para pemain baru agar proses penyatuan tim berjalan lebih cepat.
Rian bukan wajah baru bagi keluarga besar Persebaya. Ia menghabiskan enam musim bersama Bajol Ijo sebelum melanjutkan karier di klub lain. Sejak kembali ke Surabaya musim lalu, pemain berusia 26 tahun itu menjadi salah satu figur senior yang memahami identitas dan filosofi klub.
Baca juga: Komposisi Skuad Baru Persebaya Bikin Francisco Rivera Yakin Bajul Ijo Juara
Menurutnya, membangun hubungan yang baik antarpemain menjadi langkah awal untuk menciptakan tim yang kompetitif.
"Kami memiliki banyak pemain baru, baik pemain muda, pemain senior maupun pemain asing. Sebagai salah satu pemain yang cukup lama mengenal Persebaya, saya tentu berusaha membantu mereka beradaptasi. Yang terpenting adalah membangun komunikasi yang baik agar semua bisa merasa nyaman dan cepat menyatu dengan tim," ujar Rian pada Selasa (14/7).
Musim ini, Persebaya diperkuat sejumlah pemain berpengalaman yang datang dengan rekam jejak mentereng. Di saat yang sama, klub tetap memberi kesempatan bagi pemain-pemain muda untuk berkembang bersama tim utama.
Bagi Rian, perpaduan kedua generasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan tim. Pengalaman yang dimiliki para pemain senior diyakininya mampu menjadi bekal berharga bagi pemain muda untuk menghadapi kerasnya persaingan di level profesional.
"Pemain muda memiliki potensi yang besar dan masa depan yang cerah. Tugas kami yang lebih berpengalaman adalah membantu mereka berkembang, baik melalui masukan di lapangan maupun berbagi pengalaman selama berkarier. Semoga mereka bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi besar untuk Persebaya," tutur pemain berusia 26 tahun.
Baca juga: Target Juara Persebaya di Musim 2026-2027: Alex Martins Yakin Kekompakan Tim
Rian menilai kekompakan tidak akan terbentuk secara instan. Dengan latar belakang pemain yang beragam, baik dari sisi usia, budaya, maupun pengalaman, komunikasi dan rasa saling menghargai menjadi kunci agar seluruh anggota tim mampu berjalan ke arah yang sama.
"Kekompakan tidak terbentuk dalam satu atau dua hari. Kami harus membangunnya setiap hari, baik saat latihan maupun di luar lapangan. Jika hubungan antarpemain kuat, maka itu akan sangat membantu tim ketika menghadapi situasi sulit selama kompetisi," jelasnya.
Sebagai putra mendiang Bejo Sugiantoro, salah satu legenda terbesar dalam sejarah Persebaya, Rian mengaku memahami betul makna lambang yang melekat di dada setiap pemain Green Force. Ia tumbuh bersama nilai perjuangan, loyalitas, dan kebanggaan yang telah menjadi bagian dari identitas klub.
Kesadaran itu membuatnya merasa memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan kultur Persebaya kepada para pemain baru, termasuk besarnya dukungan yang diberikan Bonek dan Bonita kepada tim kebanggaan Kota Surabaya.
"Persebaya memiliki kultur yang sangat kuat dan berbeda. Saya ingin membantu teman-teman yang baru bergabung agar bisa memahami apa arti klub ini, bagaimana dukungan suporternya, dan seperti apa tanggung jawab ketika mengenakan jersey Persebaya. Semoga kami semua bisa memberikan yang terbaik untuk klub dan masyarakat Surabaya," tutupnya.