Cara Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Hasil Asesmen Diagnostik Awal Tahun 2026
Siti Umnah July 15, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM - Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, melakukan asesmen diagnostik atau asesmen awal sebelum memulai unit pembelajaran baru merupakan hal yang wajib dilakukan oleh guru. 

Asesmen ini bertujuan untuk memetakan kemampuan, kebutuhan belajar, hingga karakteristik murid di kelas.

Namun, tantangan terbesar bagi para pendidik biasanya muncul setelah data nilai terkumpul: Bagaimana cara mengelompokkan siswa secara tepat agar pembelajaran berdiferensiasi bisa berjalan efektif?

Baca juga: Contoh Laporan Pelaksanaan MPLS 2026 untuk Jenjang SD, SMP Hingga SMA/SMK

Pengelompokan yang asal-asalan justru bisa membuat siswa yang tertinggal merasa minder atau siswa yang mahir merasa bosan. 

Agar tidak salah langkah, berikut adalah panduan praktis dan cara mengelompokkan siswa berdasarkan hasil asesmen diagnostik awal yang siap Anda terapkan di kelas:

1. Model Pengelompokan Homogen (Berdasarkan Tingkat Pemahaman)

Model ini membagi siswa ke dalam kelompok yang memiliki tingkat pemahaman serupa. Strategi ini sangat cocok digunakan jika Anda ingin memberikan intervensi atau bantuan khusus pada kelompok yang belum mencapai kompetensi minimum tanpa mengganggu siswa yang sudah mahir.

Umumnya, guru membagi siswa ke dalam 3 kategori kelompok:

  • Kelompok Perlu Bimbingan Khusus: Berisi siswa yang belum menguasai materi prasyarat. Guru perlu mendampingi kelompok ini secara intensif (scaffolding) atau menggunakan media konkret.
  • Kelompok Siap/Cakap: Berisi siswa yang sudah memahami materi prasyarat secara umum. Mereka bisa diberikan tugas mandiri dengan instruksi yang jelas.
  • Kelompok Mahir: Berisi siswa yang sudah menguasai seluruh materi dan siap menerima tantangan lebih tinggi. Mereka bisa diberikan soal pengayaan atau penalaran tingkat tinggi (HOTS).

2. Model Pengelompokan Heterogen (Tutor Sebaya)

Jika materi pembelajaran membutuhkan kerja sama tim atau proyek kelompok, model heterogen adalah pilihan terbaik. Dalam satu kelompok, Anda mencampur siswa dari berbagai tingkat kemampuan (ada yang mahir, cakap, dan perlu bimbingan).

Siswa yang berada di kategori Mahir difungsikan sebagai tutor sebaya untuk membantu menjelaskan materi kepada temannya yang masih bingung. Strategi ini tidak hanya melatih pemahaman kognitif siswa mahir, tetapi juga membangun empati, komunikasi, dan budaya positif di kelas.

3. Model Pengelompokan Berdasarkan Gaya Belajar (Non-Kognitif)

Hasil asesmen diagnostik awal tidak melulu soal angka dan nilai, melainkan bisa berupa profil atau gaya belajar siswa. Jika hasil asesmen non-kognitif menunjukkan kecenderungan gaya belajar yang kuat, Anda bisa mengelompokkannya menjadi:

  • Kelompok Visual: Diberikan bahan ajar berupa infografis, gambar, atau peta konsep.
  • Kelompok Auditori: Fokus pada diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan audio, atau presentasi lisan.
  • Kelompok Kinestetik: Diberikan aktivitas yang melibatkan gerak fisik, eksperimen mini, atau pemanfaatan benda di sekitar kelas.

4. Model Kelompok Fleksibel (Fluid Grouping)

Satu hal yang perlu diingat oleh guru: Kelompok ini tidak bersifat permanen. Jangan biarkan seorang siswa berada di kelompok "Perlu Bimbingan" sepanjang tahun ajaran.

Terapkan sistem kelompok yang dinamis. Jika dalam pertemuan kedua siswa yang sebelumnya kesulitan sudah mulai menunjukkan kemajuan dan paham, segera pindahkan dia ke kelompok "Siap". Hal ini penting untuk menjaga motivasi belajar siswa agar tetap tinggi.

Tips Penting untuk Guru: Saat mengumumkan kelompok di kelas, hindari memberi nama kelompok yang menunjukkan kasta kemampuan (seperti Kelompok Pintar, Kelompok Lambat). 

Gunakan nama-nama netral yang disukai siswa, misalnya nama antariksa (Planet Mars, Jupiter) atau nama pahlawan nasional, agar psikologis anak tetap terjaga dengan baik.

Dengan melakukan pemetaan dan pengelompokan yang tepat sejak awal, rancangan Modul Ajar maupun proses pembelajaran di kelas akan terasa jauh lebih terarah dan ramah anak.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.