Yayasan Illiza Center Serahkan Mobil Operasional untuk Guru di Pedalaman Lamteuba Aceh Besar
Muliadi Gani July 15, 2026 01:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH BESAR –  Untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah pedalaman, Yayasan Illiza Center menyerahkan satu unit mobil operasional kepada para guru yang bertugas mengajar di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (14/7/2026). 

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi para tenaga pendidik yang selama ini menghadapi tantangan akses transportasi menuju sekolah.

Penyerahan kendaraan operasional tersebut berlangsung di SMEA Premium Kopi, Rumpet, Aceh Besar, dan turut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan serta pengurus lembaga terkait.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua ICMI Aceh Besar Prof Muji Mulia, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Aceh Besar Dr Sofyan yang juga Kepala SMA Negeri 2 Kuta Baro, Kepala SMA Negeri 1 Baitussalam Jamaluddin MPd, serta puluhan guru yang mengajar di kawasan Lamteuba.

Koordinator penggerak guru sekaligus tokoh pendidikan Lamteuba, Drs Hamdani, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Yayasan Illiza Center terhadap para pendidik yang bertugas di wilayah pedalaman.

Menurutnya, bantuan mobil operasional tersebut memiliki arti penting bagi keberlangsungan aktivitas para guru.

Kendaraan itu tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah yang memiliki tantangan geografis.

"Mobil operasional ini bukan hanya kendaraan, tetapi menjadi simbol kepedulian terhadap dunia pendidikan di daerah pedalaman.

Semoga menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang telah membantu," ujar Hamdani.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Illiza Sa'aduddin Djamal bersama suaminya, Ir Amir Ridha, yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan di Aceh Besar, khususnya bagi guru-guru yang mengabdi di Lamteuba.

Ketua ICMI Aceh Besar, Prof Muji Mulia, mengatakan dukungan terhadap tenaga pendidik di daerah dengan keterbatasan akses merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Baca juga: Menembus Medan Ekstrem, Jenderal TNI Pimpin Pembangunan Jembatan di Pedalaman Gayo Lues

Akses pendidikan 

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kemampuan dan dedikasi guru, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan fasilitas yang memadai.

"Akses pendidikan harus didukung dengan berbagai fasilitas penunjang.

Ketika guru memiliki kemudahan dalam menjalankan tugasnya, maka proses pembelajaran bagi peserta didik juga akan berjalan lebih optimal," ujarnya.

Sementara itu, Illiza Sa'aduddin Djamal berharap mobil operasional tersebut dapat digunakan dengan baik untuk membantu aktivitas para guru dalam menjalankan tugas mencerdaskan generasi muda di Lamteuba.

Ia menyebutkan, keterbatasan transportasi tidak boleh menjadi hambatan bagi anak-anak di daerah pedalaman untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

"Kendala transportasi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Semoga bantuan ini dapat meringankan mobilitas para guru dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama memajukan pendidikan di Aceh Besar," kata Illiza.

Baca juga: Dua Terdakwa Kabur dari PN Tapaktuan Ditangkap Kurang dari 24 Jam, Sempat Lari ke Hutan

Tantangan Pendidikan di Kawasan Lamteuba

Lamteuba merupakan salah satu kawasan di Kabupaten Aceh Besar yang memiliki karakter geografis cukup menantang.

Wilayah yang berada di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh tersebut dikenal sebagai daerah pegunungan dengan bentang alam berupa perbukitan, kawasan hutan, serta sejumlah aliran sungai yang menjadi bagian dari kawasan hulu Aceh Besar.

Kondisi geografis tersebut membuat akses transportasi menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat, termasuk para guru dan tenaga pelayanan publik lainnya.

Selama ini, sejumlah guru harus menempuh perjalanan pulang-pergi dari Banda Aceh maupun wilayah lain di Aceh Besar untuk mengajar di sekolah-sekolah kawasan Lamteuba.

Jarak tempuh yang cukup jauh serta kondisi jalan yang terkadang sulit dilalui, terutama saat musim hujan, menjadi kendala tersendiri dalam menjalankan aktivitas pendidikan.

Terdiri atas beberapa gampong (desa) yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, pekebun, dan peternak.

Selain dikenal sebagai kawasan pertanian dan perkebunan, Lamteuba juga memiliki potensi wisata alam dengan panorama pegunungan, sungai, air terjun, serta udara yang sejuk.

Kawasan ini juga menjadi salah satu wilayah penyangga hutan di Aceh Besar yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya air.

Meski pembangunan infrastruktur terus berjalan, akses transportasi terus membaik, sejumlah layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan masih membutuhkan dukungan fasilitas agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin maksimal.

Dengan hadirnya mobil operasional dari Yayasan Illiza Center, para guru diharapkan memiliki akses transportasi yang lebih mudah, aman, dan efisien sehingga mereka dapat lebih fokus menjalankan proses pembelajaran di sekolah.

Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat para pendidik dalam menjalankan tugas serta membantu menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif bagi siswa-siswa di Lamteuba.

Baca juga: Tinjau Pedalaman Aceh Tamiang, Kagama Serahkan 26 Huntara untuk Korban Bencana

Baca juga: Sebanyak 1.488 Guru Profesional Dikukuhkan UIN Ar-Raniry, AI Tak Akan Gantikan Sentuhan Hati Guru

Baca juga: Polres Aceh Besar Musnahkan 1 Hektare Ladang Ganja di Pegunungan Lamteuba

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.