POS-KUPANG.COM - Tribunners berikut inilah bacaan Dzikir, Doa Setelah Sholat Ashar lengkap dengan keutamaan mendirikan sholat fardhu 5 waktu ini.
Jika Anda rutin mengerjakan sholat fardhu 5 waktu akan ada banyak keutamaan yang bisa Anda peroleh.
Satu diantaranya Umat Islam Dzikr dan Doa yang belum diketahui Umat islam.
Satu diantara keutamaan Doa Setelah Sholat Ashar adalah yang bisa diperoleh Umat Islam ialah waktu mustajab untuk berdoa.
Membaca Doa Setelah Sholat Ashar disebut-sebut akan dikabulkan Allah SWT.
Sholat Ashar termasuk salah satu sholat yang wajib dilakukan umat Islam setiap hari.
Dalam sebuah hadits, dijelaskan bahwa sholat menjadi amalan pertama yang akan dihisab (dihitung) pada hari kiamat kelak.
Baca juga: Dirikanlah Shalat Sunnah Taubat dan Baca Doa Setelah Sholat Taubat Mohon Ampunan Allah
"Amal pertama kali seorang hamba akan dihisab di hari Kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Dan jika shalatnya buruk, rusaklah semua amalnya." (HR at-Thabrani).
Ketika selesai sholat Ashar, umat Islam dianjurkan untuk membaca Dzikir dan Doa
Berikut Dzikir Setelah Sholat Ashar
Dzikir kesatu
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ , اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلالِ وَالْإِكْرَامِ
Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, Allahumma antas salaam wa minkas salaam, tabaarakta dzal jalaali wal ikraam
Artinya: "Aku mohon ampunan kepada Allah, aku mohon ampunan kepada Allah, aku mohon ampunan kepada Allah, Ya Allah, engkaulah As-Salam, dan dari-Mu As-Salam, Maha-berkah Engkau, Wahai pemilik keagungan dan kemuliaan." (HR Muslim, dari Tsauban)
Lanjut, bacaan dzikir kedua
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا منَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ
Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir. Allahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta, wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu
Artinya: "Tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada pencegah terhadap apa yang Engkau beri, tidak ada pemberi apa yang Engkau cegah, dan tidak di sisi-Mu kedudukan orang yang memiliki kedudukan." (HR Bukhari & Muslim, dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan)
Lanjut, tasbih 33x, tahmid 33x, taknir 33x, dan dzikir ketiga
سُبْحَانَ الله
Subhanallah
Artinya: "Maha Suci Allah"
الْحَمْدُ لِلّٰه
Alhamdulillah
Artinya: "Segala Puji Bagi Allah."
اللهُ أكْبَرُ
Allahu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar."
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir.
Artinya: "Tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu." (HR Muslim, dari Abu Hurairah)
Lanjut, sayyidul istighfar
بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكِ َعَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فاَغْفِر لِيْ فَإِنهَّ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ 'abduka, wa anâ 'alâ 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ûdzu bika min syarri mâ shana'tu. Abû'u laka bini'matika 'alayya. Wa abû'u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.
Artinya, "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau". (HR Bukhari, dari Syaddad bin Aus)
Lanjut baca Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas
Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ (١) اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ (٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ (٣) وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ (٤)
Latin: Qul huwallāhu aḥad(un). Allāhuṣ-ṣamad(u). Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad(un)
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Surat Al-Falaq
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ (١) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ (٢) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ (٣) وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ (٤) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ (٥)
Latin: Qul a'ūżu birabbil-falaq(i). Min syarri mā khalaq(a). Wa min syarri gāsiqin iżā waqab(a). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad(i). Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad(a).
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
Surat An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلَهِ النَّاسِ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاس (٤) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (٦)
Arab Latin: qul a'ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās.
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Lanjut baca ayat kursi
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
Lanjut, bacaan Dzikir ketiga 3x
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syaiun fil ardhi wa laa fii samaai wahuwassami'ul 'alim
Artinya: "Dengan nama Allah yang tidak mudharat bersamanya sesuatu di bumi dan langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR Abu Dawud & Tirmidzi, dari Utsman bin Affan)
Lanjut, bacaan Dzikir keempat 3x
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A'uudzu bikalimaatillaahi attaammaati min syarri maa khalaq
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa yang Dia ciptakan." (HR Muslim, dari Abu Hurairah)
Lanjut, bacaan Dzikir kelima
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لله وَالحَمْدُ اللَّه لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا. رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ رَبِّ أعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابِ فِي الْقَيْرِ
Amsainaa wa amsal mulku Allaha wal hamdu lillaahi laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Rabbi as'aluka khaira maa fii haadzihil lailati wa khaira maa ba'daha, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzihil lailati wa syarri maa ba'daha. Rabbi a'uudzu bika minal kasali wa suu'il kibari rabbi a'uudzu bika min 'adzaabi finnaari wa 'adzaabi fil qabri
Artinya: "Kami berada di waktu sore, sedangkan kerajaan adalah milik Allah, dan segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada malam ini dan kebaikan yang sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang terdapat pada malam ini dan keburukan yang sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan masa tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari azab di neraka dan azab di kubur." (HR Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud)
Lanjut, bacaan Dzikir keenam
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Allahumma bia amsainaa wa bika ashbahnaa wa ika nahyaawa bika namuutu wa ilaikal mashiir
Artinya: "Ya Allah, dengan-Mu kami berada di waktu sore dan dengan-Mu kami berada di waktu pagi, dengan-Mu kami hidup dan dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu tempat kembali." (HR Tirmidzi & Abu Dawud, dari Abu Hurairah)
Lanjut, bacaan Dzikir ketujuh 7x
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Hasbiyallahu laa ilaaha illa huwa 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul 'arsyil 'adzhiimi
Artinya: "Cukupkanlah bagiku Allah, tidak ada sembahan haq kecuali Dia, kepada-Nya aku tawakal dan Dia Rabb Arsy yang agung." (Riwayat dari Abu Darda, HR Al-Albani)
Setelah meemperbanyak sejumlah dzikir setelah sholat Ashar di atas, kaum muslim bisa melanjutkannya dengan doa. Sebagaimana Nabi SAW melalui sabdanya menyebut doa yang dipanjatkan seusai sholat, merupakan yang diijabah oleh Allah SWT.
Riwayat dari Umamah, ia berkata: "Ditanyakan kepada Rasulullah SAW, 'Doa apakah yang lebih diperkenankan?' Rasul SAW menjawab, "Di bagian malam terakhir dan sehabis sholat fardhu." (HR Tirmidzi)
Doa Setelah Sholat Ashar
Berikut doa yang bisa dibaca setelah Sholat Ashar, lengkap dengan artinya:
Alhamdulillahi rabbi al-'alamin hamdan yuwafi ni'amahu wa yukaafi'u maziidahu yaa rabbana laka al-hamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wa 'azhiimi sulthaanik.
"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan ditambah nikmatnya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana yang patut bagi keagungan-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu."
Allahumma shalli 'ala sayyidinaa muhammadin shalaatan tunjiina bihaa min jami'i al-ahwaali wa al-aafaat wa taqdhii lana bihaa jamii'a al-haajaat wa thuthohhiruna bihaa min jami'i as-sayyi'aat wa tarfa'una bihaa 'indaka a'la ad-darajaat wa tuballiguna bihaa aqsha al-gaayaat min jamii'i al-khairaati fi al-hayaati wa ba'da al-mamaat.
"Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan. Dengan selawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami. Dengan selawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan. Dengan selawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi. Dengan selawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati."
Allahumma inna nas'aluka salaamatan fi ad-diin wa barakatan fi ar-rizqi wa taubatan qabla al-maut wa rahmatan 'inda al-maut wa magfiratan ba'da al-maut. Allahummaa hawwin 'alaina fi sakaraati al-maut wa an-najaata mina an-naar wa al-'afwa 'inda al-hisaab.
"Ya Allah kami meminta kepadamu keselamatan Agama, kesehatan jasmani, tambahan ilmu, keberkahan dalam rizqi, Taubat sebelum mati, Rahmat ketika hendak mati dan Ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah kami ketika sedang sakaratul Maut, selamatkan dari api neraka, dan ampunilah ketika sedang proses hisab."
Rabbana laa tuzig quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wa hab lanaa min ladunka rahmatan innaka anta al-wahhaab.
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang pada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami. Karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."
Rabbanaa igfir lanaa dzunuubana wa liwaalidiina wa irhamhumaa kamaa rabbayaanaa shagiiraa.
"Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku. Belas kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berbelas kasih kepadaku pada waktu aku kecil."
Rabbanaa hab lanaa min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yun wa ij'alnaa li al-muttaqiina imaamaa.
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."
Rabbanaa aatinaa fi ad-dunyaa hasanah wa fi al-aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaba an-naar.
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Selamatkanlah kami dari siksa neraka."
Keutamaan membaca Doa Setelah Sholat Ashar
Mendapat waktu mustajab:
Khususnya pada hari Jumat, waktu setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam adalah waktu yang paling utama untuk berdoa, di mana doa-doa sangat mungkin dikabulkan oleh Allah SWT.
Memperbanyak pahala:
Terus mengingat Allah setelah sholat fardhu akan menambah pahala dan menjadi bekal untuk akhirat.
Memperkuat hubungan spiritual:
Doa adalah sarana komunikasi langsung dengan Allah SWT untuk memohon ampunan, keberkahan, dan petunjuk.
Mengikuti sunnah Rasulullah:
Membaca doa setelah sholat adalah kebiasaan Nabi Muhammad SAW, sehingga dengan melakukannya, umat Islam menunjukkan ketaatan dan kecintaan kepada beliau.
Menghindari kesia-siaan:
Mengisi waktu dengan berdoa dan berzikir setelah Ashar dapat mencegah perbuatan yang tidak bermanfaat dan fokus pada ibadah.
Menambah ketakwaan:
Berdoa di waktu yang istimewa ini membantu untuk selalu ingat dan merasa dekat dengan Allah SWT. (*)