TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Pada ajang futal Jurnalis Ketapang Cup (JKC) Bupati Ketapang Alexander Wilyo hadir membuka secara resmi event yang digelar di Lapangan Chrisma Futsal, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Selasa 14 Juli 2026 malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan sponsor, organisasi olahraga, para peserta, serta para jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK).
Turnamen yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK) bersama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang tersebut akan berlangsung hingga 25 Juli 2026 dan akan memperebutkan piala bergilir Kejari Ketapang.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Jurnalis Ketapang Cup yang kini telah memasuki seri ke-12.
Menurutnya, mempertahankan turnamen hingga belasan kali penyelenggaraan bukanlah hal yang mudah, melainkan hasil kerja keras, kolaborasi, dan semangat pantang menyerah seluruh pihak yang terlibat.
Baca juga: Panen Raya di Ketapang, Wakil Bupati Jamhuri Amir Ajak Generasi Muda Jadi Petani
"Saya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan ajang ini. Menurut saya, pencapaian 12 seri penyelenggaraan bukanlah hal yang mudah, melainkan bukti nyata kerja keras, kerja sama, dan semangat pantang menyerah seluruh pihak yang terlibat," ujarnya.
Alex menilai Jurnalis Ketapang Cup telah menjadi salah satu agenda olahraga yang dinantikan masyarakat.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut juga menjadi wadah kegiatan positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, keberlangsungan turnamen tersebut menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, dan insan pers dalam mendukung pembinaan olahraga di Kabupaten Ketapang.
Ia mengatakan olahraga tidak hanya soal menang dan kalah, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter melalui nilai-nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, persatuan, saling menghargai, dan kebersamaan.
Alex berharap denga terselenggaranya turnamen ini dapat lahirnya bibit atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama daerah.
"Melalui turnamen ini, kami berharap dapat lahir bibit atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat kabupaten, nasional, maupun internasional," katanya.
Alex menambahkan, perkembangan olahraga futsal yang semakin pesat membuka peluang lebih besar bagi atlet-atlet muda di Kabupaten Ketapang untuk meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen terus mendukung pengembangan olahraga melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Menurutnya, kemajuan olahraga merupakan bagian dari pembangunan daerah yang sehat, produktif, dan berprestasi.
Di akhir sambutannya, Alex mengajak seluruh peserta, panitia, dan penonton untuk menjaga sportivitas, menjunjung tinggi fair play, serta menciptakan suasana yang aman dan tertib selama turnamen berlangsung.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang Ricky Febriandi berharap Turnamen JKC Seri 12 dapat berjalan lancar hingga selesai serta terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.
"Saya berharap acara ini bisa berjalan lancar dan juga nantinya bisa terus kita laksanakan di tahun-tahun berikutnya, yaitu seri ke-13," harapnya.
Ricky kemudian secara resmi membuka Turnamen Futsal JKC Seri XII dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim.
"Turnamen ke-12 ini, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, resmi saya buka," ucap Ricky yang disambut tepuk tangan para peserta dan tamu undangan.
Turnamen JKC Seri 12 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga mempererat silaturahmi antarinstansi, insan pers, serta masyarakat sekaligus melahirkan bibit-bibit atlet futsal yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang di berbagai ajang kompetisi.
Peraturan resmi futsal mengacu pada panduan FIFA Futsal Laws of the Game
Pemain
Setiap tim terdiri dari 5 orang di lapangan (4 pemain dan 1 kiper), dengan maksimal 7 pemain cadangan. Pergantian pemain bebas dilakukan tanpa henti (bergulir).
Durasi
Pertandingan berlangsung 2 babak, masing-masing berdurasi 20 menit dengan sistem waktu bersih (berhenti saat bola mati). Jeda antar babak maksimal 15 menit.
Pelanggaran
Akumulasi 5 pelanggaran oleh satu tim di satu babak akan dihukum tendangan penalti kedua dari titik 10 meter untuk pelanggaran keenam dan seterusnya.
Aturan Khusus
Tidak ada offside. Lemparan ke dalam diganti dengan tendangan ke dalam, dan kiper harus mendistribusikan bola dalam waktu 4 detik.