SURYA.CO.ID SURABAYA - Meningkatnya biaya pendidikan mendorong keluarga Indonesia semakin cermat menyusun rencana masa depan anak.
Menjawab tantangan tersebut, Bank Danamon, Manulife Indonesia, dan Universitas Prasetiya Mulya meluncurkan Danamon Prasmul EduWealth sebagai ekosistem perencanaan pendidikan yang terintegrasi.
Peluncuran Danamon Prasmul EduWealth (DPEW) menjadi langkah kolaboratif yang memadukan kekuatan sektor pendidikan, perbankan, dan perlindungan asuransi dalam satu ekosistem.
Program ini dirancang membantu keluarga merancang tujuan pendidikan anak sejak dini, menyiapkan pendanaan secara disiplin, sekaligus menjaga keberlanjutan rencana tersebut ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan.
Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, mengatakan pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting bagi masa depan keluarga.
Baca juga: DPRD Jatim Dukung Pembebasan Biaya Pendidikan SD dan SMP dalam RAPBN 2027
Seiring meningkatnya biaya pendidikan dari tahun ke tahun, perencanaan yang dilakukan sejak dini, termasuk perencanaan keuangan, menjadi semakin penting agar orang tua dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak secara lebih terarah.
"Melalui Danamon Prasmul EduWealth, kami ingin membantu nasabah mempersiapkan kebutuhan dana pendidikan mereka secara bertahap dan terencana dengan solusi keuangan holistik yang sesuai dengan kebutuhan keluarga," kata Ivan, Rabu (15/7/2026).
Menurut Ivan, kolaborasi antara Danamon, Universitas Prasetiya Mulya, dan Manulife Indonesia menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam mempersiapkan masa depan pendidikan anak, yang tidak hanya mencakup aspek pendanaan tetapi juga perlindungan.
Danamon Prasmul EduWealth mengintegrasikan perspektif pendidikan dari Universitas Prasetiya Mulya, solusi perbankan dari Danamon, serta perlindungan asuransi dari Manulife Indonesia.
Melalui sinergi tersebut, orang tua dapat menyusun rencana pendidikan anak secara lebih komprehensif, mulai dari menentukan tujuan pendidikan, menyiapkan pendanaan secara bertahap, hingga mengantisipasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan pendidikan.
Baca juga: Bank Jatim Perkuat Layanan ASN, Gandeng BKD se-Jatim Bangun Ekosistem Perbankan Digital
"Sebagai mitra keuangan terpercaya, Danamon berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang membantu nasabah mencapai berbagai tujuan finansial jangka panjang. Kami berharap melalui kolaborasi ini dapat mendorong lebih banyak keluarga Indonesia untuk membangun kebiasaan perencanaan keuangan yang disiplin demi mewujudkan mimpi anak mereka di masa depan," jelas Ivan.
Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati menilai perencanaan pendidikan yang baik tidak hanya membutuhkan kesiapan finansial, tetapi juga perlindungan agar keluarga tetap mampu menjalankan rencana pendidikan ketika menghadapi risiko yang tidak terduga.
“Pendidikan anak merupakan salah satu tujuan penting bagi banyak keluarga. Namun, rencana jangka panjang seperti ini perlu disiapkan dengan lebih menyeluruh, termasuk melalui perlindungan yang dapat membantu keluarga tetap memiliki kesiapan finansial saat menghadapi risiko kehidupan," tambah Lauren.
Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu membantu keluarga Indonesia membangun perencanaan masa depan yang lebih terlindungi sehingga cita-cita pendidikan anak tetap dapat diwujudkan.
Ketua Pengurus Yayasan Prasetiya Mulya, Prof. Dr. Djisman S Simandjuntak, mengatakan investasi terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak adalah pendidikan yang berkualitas dan direncanakan dengan baik.
“Kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang memilih universitas terbaik, tetapi juga tentang memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih potensi terbaiknya. Melalui Danamon Prasmul EduWealth, kami ingin membantu keluarga Indonesia mempersiapkan perjalanan pendidikan anak secara lebih terstruktur, sehingga keputusan pendidikan tidak lagi dibatasi oleh kesiapan finansial semata. Kami berharap semakin banyak keluarga Indonesia dapat mempersiapkan perjalanan pendidikan anak secara lebih terarah, terencana, dan berkelanjutan," terang Prof Djisman.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting karena tantangan pendidikan masa depan terus berkembang dan membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.
Peluncuran DPEW mengusung tema Unlock the Future dan berlangsung di Auditorium Harry-Jusuf, Kampus BSD City Universitas Prasetiya Mulya. Acara tersebut dihadiri para orang tua, kepala sekolah, guru bimbingan konseling, komunitas pendidikan, praktisi industri, serta jajaran pimpinan Universitas Prasetiya Mulya, Danamon, dan Manulife Indonesia.
Urgensi perencanaan pendidikan semakin terasa seiring tren kenaikan biaya pendidikan di Indonesia. Berdasarkan data Statistik Penunjang Pendidikan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata biaya pendidikan tingkat SMA meningkat dari sekitar Rp4,6 juta pada 2018 menjadi sekitar Rp10,2 juta pada 2024 atau naik sekitar 56 persen.
Sementara biaya pendidikan tinggi yang sempat menurun pada 2021 kembali meningkat menjadi sekitar Rp19 juta pada 2024.
Melihat tren tersebut, Danamon menilai perencanaan keuangan pendidikan sejak dini menjadi langkah penting agar keluarga mampu mempersiapkan masa depan anak secara lebih terarah, disiplin, dan berkelanjutan.