Cerita Annisa Putri Mahasiswa Untag Surabaya Magang di Santiburi Koh Samui Thailand
Titis Jati Permata July 15, 2026 12:32 PM

 


SURYA.co.id, SURABAYA – Kesempatan magang di luar negeri menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Annisa Putri Anggraini.

Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya angkatan 2023 itu kini tengah menjalani program magang internasional di Thailand melalui Walailak University.

Selama program berlangsung, Annisa ditempatkan sebagai spa receptionist di Santiburi Koh Samui, hotel berbintang lima yang menjadi salah satu destinasi wisata premium di Thailand. 

Posisi tersebut membuatnya berhadapan langsung dengan tamu dari berbagai negara sekaligus mengenal standar pelayanan di industri hospitality internasional.

Cari Peluang Magang

Perjalanan Annisa menuju program magang itu diawali dengan mencari informasi secara mandiri. 

Setelah menemukan peluang yang sesuai, ia mengikuti serangkaian tahapan seleksi, mulai dari penyusunan esai, wawancara bersama pihak Untag Surabaya, wawancara dengan pihak hotel, hingga wawancara akhir dengan manajer Departemen Spa.

Menurut Annisa, persiapan menjadi faktor penting yang membantunya lolos seleksi. Ia memperkuat kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, memperbaiki curriculum vitae (CV), mempelajari profil perusahaan, serta berlatih menghadapi wawancara.

Baca juga: Perusahaan Cari Lulusan Paham Bisnis dan AI, UK Petra Siap Jalur Magang Berbayar ke China

"Persiapan yang paling membantu adalah meningkatkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, terutama untuk menghadapi wawancara. Selain itu, saya juga mempersiapkan CV dengan sebaik mungkin, mempelajari profil perusahaan tempat saya akan magang, serta melatih cara menjawab pertanyaan interview dengan percaya diri," ujarnya kepada SURYA.co.id, Rabu (15/7/2026).

Sempat Alami Culture Shock

Di tempat magangnya, Annisa bertanggung jawab menyambut tamu, membantu reservasi layanan spa, menjelaskan berbagai jenis perawatan, menerima panggilan telepon, mengatur jadwal terapis, hingga berkoordinasi dengan departemen lain. 

Pekerjaan tersebut membuatnya harus mampu memberikan pelayanan profesional kepada tamu dari berbagai latar belakang budaya.

Meski telah memiliki bekal bahasa Inggris selama kuliah, Annisa mengaku sempat mengalami culture shock ketika pertama kali bekerja di Thailand. 

Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah memahami aksen bahasa Inggris masyarakat setempat.

"Salah satu culture shock yang paling saya rasakan adalah cara orang Thailand berbicara menggunakan bahasa Inggris. Awalnya saya sering bingung karena pengucapannya berbeda dengan yang biasa saya pelajari. Misalnya, kata yang berakhiran huruf 'L' sering terdengar seperti 'N', atau huruf 'S' terdengar seperti 'T'," katanya.

Namun, tantangan tersebut justru menjadi pengalaman belajar. 

Berinteraksi setiap hari dengan tamu dan rekan kerja membuatnya semakin terbiasa memahami berbagai aksen bahasa Inggris sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasinya.

Pelajari Budaya Kerja Thailand

Selain itu, Annisa juga mempelajari budaya kerja di Thailand yang mengedepankan disiplin, ketepatan waktu, kerja sama tim, dan pelayanan prima. 

Menurutnya, setiap karyawan bekerja berdasarkan standar operasional yang jelas sehingga seluruh pekerjaan dapat berjalan efektif.

Ia menilai pengalaman selama kuliah di FIB Untag Surabaya menjadi bekal penting untuk beradaptasi di lingkungan kerja internasional. 

Mata kuliah maupun aktivitas organisasi telah membantunya mengembangkan kemampuan komunikasi, public speaking, serta kerja sama dalam tim.

"Selama kuliah saya belajar kemampuan berbahasa Inggris, komunikasi, public speaking, serta bekerja sama dalam tim melalui berbagai kegiatan akademik maupun organisasi. Pengalaman tersebut sangat membantu ketika saya harus berkomunikasi dengan tamu internasional dan bekerja sama dengan rekan kerja dari berbagai negara," ungkapnya.

Bangun Karir di Industri Hospitality

Bagi Annisa, pengalaman magang internasional menjadi modal berharga untuk membangun karir di industri hospitality.

Ia berharap pengalaman tersebut membuka peluang bekerja di perusahaan berskala global, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu memanfaatkan kesempatan mengikuti program internasional.

"Jangan takut mencoba dan jangan menunggu kesempatan datang. Jika memiliki impian mengikuti program internasional, mulailah mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris, bangun rasa percaya diri, dan berani keluar dari zona nyaman. Setiap tantangan akan menjadi pelajaran berharga untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global," pesannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.