Harga Sayuran di Pasar Manis Ciamis Naik, Mentimun Melonjak 60 Persen, Cabai Lokal Tembus Rp80 Ribu
Dedy Herdiana July 15, 2026 12:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Harga berbagai komoditas sayuran di Pasar Manis Ciamis, Jawa Barat, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. 

Tak hanya cabai, sejumlah sayuran seperti mentimun, tomat, wortel hingga sawi hijau ikut mengalami lonjakan harga akibat berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Pedagang Pasar Manis Ciamis, Jajang Adun, mengatakan salah satu kenaikan paling mencolok terjadi pada mentimun. 

Harga mentimun yang sebelumnya Rp10.000 per kilogram kini naik menjadi Rp16.000 per kilogram atau melonjak sekitar 60 persen.

"Mentimun sekarang sudah Rp16 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp10 ribu. Yang paling terasa juga cabai lokal sekarang sudah Rp80 ribu per kilogram," ujar Jajang saat ditemui di Pasar Manis Ciamis, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Harga Cabai di Ciamis Melonjak Dua Kali Lipat Akibat Musim Kemarau

Selain mentimun, cabai lokal menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi. Harganya melonjak dari Rp40.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

Cabai merah keriting juga naik dari Rp50.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Sementara cabai hijau meningkat dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram dan cabai rawit merah naik dari Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

Menurut Jajang, kenaikan harga membuat pola belanja masyarakat berubah. Meski pembeli masih datang, jumlah pembelian cenderung berkurang.

"Kalau harga naik seperti sekarang, pembeli tetap ada, tapi rata-rata jumlah belanjanya dikurangi. Mereka menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan," katanya.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas sayuran lainnya. Tomat merah maupun tomat hijau kini dijual Rp14.000 per kilogram dari sebelumnya Rp10.000. Wortel naik dari Rp14.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Sementara itu, sawi hijau menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan paling drastis. Harganya melonjak dari Rp5.000 menjadi Rp16.000 per kilogram.

Di tengah tren kenaikan harga sayuran, jeruk lokal justru mengalami penurunan. Harga buah tersebut kini berada di kisaran Rp25.000 per kilogram dari sebelumnya Rp28.000 per kilogram.

Jajang berharap pasokan sayuran dari daerah pemasok segera kembali normal agar harga di tingkat pedagang kembali stabil.

"Mudah-mudahan pasokan kembali lancar. Kalau barang sudah banyak masuk, biasanya harga juga ikut turun sehingga pembeli tidak terlalu terbebani," pungkasnya.

Salah seorang pembeli, Sari (42), warga Ciamis, mengaku tetap harus membeli kebutuhan sayuran meski harganya mengalami kenaikan. 

Namun, ia terpaksa mengurangi jumlah belanja agar pengeluaran rumah tangga tidak membengkak.

"Kalau cabai sama sayuran memang kebutuhan sehari-hari, jadi tetap beli. Cuma sekarang jumlahnya dikurangi, biasanya beli satu kilogram, sekarang paling setengah kilogram atau seperempat saja. Semoga harganya cepat turun lagi," ujarnya.

Senada dengan itu, seorang konsumen, Yayah (48), mengaku kenaikan harga sayuran cukup membebani pengeluaran rumah tangga.

"Sekarang belanja jadi lebih mahal. Mau tidak mau harus mengurangi jumlah pembelian supaya cukup dengan uang yang dibawa," katanya.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.