TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- SD Negeri 023 Todang-Todang di Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) hanya menerima dua siswa baru tahun ajaran 2026/2027.
Dua siswa baru itu nampak mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sejak Senin (13/7/2026) kemarin.
Minimnya jumlah penduduk di wilayah ini diduga penyebab utama rendahnya angka penerimaan peserta didik baru.
Baca juga: Awas! Lubang Besar Menganga di Jalan Moh Hatta Pasangkayu, Pengendara Diminta Waspada
Baca juga: Mau Olahraga di Sport Center Polewali Harus Bawa Uang Rp2 Ribu Bayar Parkir
Bangunan sekolah SD Negeri 023 Todang-Todang ini berada di wilayah pegunungan Desa Todang-Todang, Kecamatan Limboro.
Kepala SDN 023 Todang-Todang, Sudarmi menyampaikan bahwa tahun ajaran baru ini menerima dua murid baru.
“Jumlahnya menurun dibanding tahun kemarin yang dapat empat murid baru,” kata Sudarmi kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).
Disebutkan secara keseluruhan, terdapat 20 siswa mengisi kelas I hingga kelas VI.
Berkurangnya jumlah peserta didik karena jumlah anak usia sekolah di desa tersebut memang sangat terbatas.
Sudarmi menyebut warga di wilayah desa ini tidak banyak penduduk, hanya sekitar 50 kepala keluarga.
Selain minim jumlah siswa, sekolah ini juga menghadapi tantangan lain akibat keterbatasan ruang kelas.
Sehingga, proses belajar beberapa tingkatan kelas harus digabung dalam satu ruangan.
Sementara sebagian siswa belajar memanfaatkan ruangan kecil di area kantor sekolah.
“Di sini kita cuman ada tiga kelas, ada beberapa kelas kita gabung, ada juga yang kita tempatkan pada salah satu ruangan di kantor,” ungkapnya.
Meski demikian, Sudarmi mengklaim total jumlah murid pada tahun ajaran kali ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Disebutkan mulai tahun 2022 telah ada perkembangan, karena muridnya sudah mencapai 20 orang.
Sudarmi memastikan proses belajar mengajar di sekolah ini tetap berjalan lancar dengan segala ketertabasan yang dihadapi.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli