Lulusan SD di Sidrap Ciptakan Pompa Irigasi Berbahan Bakar Gas, Petani Bisa Hemat Biaya
Ansar July 15, 2026 02:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Di tengah upaya menekan biaya produksi pertanian, seorang petani di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, mengembangkan inovasi pompa irigasi menggunakan gas sebagai pengganti bensin.

Inovasi tersebut dilakukan oleh La Dallu, petani asal Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

Tribun-Timur.com menemui La Dallu saat melakukan uji coba pompa irigasi di kawasan persawahan Majjelling, Rabu (15/7/2026).

Kawasan persawahan tersebut merupakan salah satu sentra produksi padi di Sidrap dengan luas sekitar 52 hektare.

Lokasinya berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Pangkajene.

Pompa itu digunakan untuk mengangkat air dari sungai atau saluran irigasi menuju petak-petak sawah, terutama saat debit air mulai berkurang pada musim kemarau.

Menurut La Dallu, penggunaan gas dipilih karena dinilai lebih hemat dibandingkan bensin.

Selain itu, tenaga mesin yang dihasilkan tetap kuat untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.

"Hari ini saya baru uji coba. Alhamdulillah hasilnya bagus. Pemakaian gas ternyata lebih hemat daripada bensin. Tarikannya juga kuat untuk mengaliri sawah," kata La Dallu kepada Tribun-Timur.com.

Ia mengatakan ide memodifikasi pompa tersebut muncul dari keinginannya mengurangi biaya operasional yang selama ini cukup besar akibat penggunaan bensin.

Apalagi, saat musim tanam atau musim kemarau, pompa air bisa beroperasi selama berjam-jam setiap hari sehingga kebutuhan bahan bakar menjadi salah satu pengeluaran terbesar petani.

Meski hanya mengenyam pendidikan hingga sekolah dasar, La Dallu tak pernah berhenti mencari cara agar pekerjaan di sawah menjadi lebih mudah dan efisien.

Dengan mengenakan baju khas bertuliskan "Saromase", ia membuktikan bahwa keterbatasan pendidikan bukan menjadi penghalang untuk berinovasi.

Ketekunan, pengalaman, dan kemauan belajar menjadi modal utamanya menciptakan teknologi sederhana yang bermanfaat bagi petani.

Inovasi pompa menggunakan gas kini mulai menarik perhatian petani lain.

Beberapa di antaranya bahkan telah meniru modifikasi yang dibuat La Dallu karena dinilai mampu menghemat biaya operasional.

Namun, La Dallu mengaku tidak keberatan jika temuannya digunakan oleh petani lain.

"Tidak apa-apa kalau ada yang tiru. Yang penting berguna untuk para petani. Kita juga dapat pahalanya," ujarnya.

Inovasi tersebut dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Sidrap yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan.

Kabupaten ini memiliki puluhan ribu hektare lahan sawah dan mampu menghasilkan sekitar 500 ribu ton gabah kering panen (GKP) setiap tahun, sehingga menjadi salah satu daerah penyangga produksi beras di Sulawesi Selatan.

Karena itu, penggunaan pompa irigasi yang lebih hemat diharapkan dapat membantu petani menekan biaya produksi.

Hal itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian, terutama saat musim kemarau, sehingga produktivitas padi tetap terjaga (*)

Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.