Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan rudal ke pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Yordania sebagai respons atas gelombang serangan udara AS ke wilayah Iran.
Sementara itu, pemerintah Yordania menyatakan empat rudal berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan korban maupun kerusakan.
IRGC menyampaikan klaim tersebut melalui pernyataan resmi pada Selasa (14/7/2026).
Menurut IRGC, rentetan rudal diluncurkan dengan sasaran pangkalan udara militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Yordania.
Dalam pernyataannya, IRGC juga menyerukan agar Yordania membongkar seluruh pangkalan militer AS yang berada di negaranya.
Meski demikian, IRGC menegaskan Iran tidak menganggap Yordania sebagai musuh.
Di sisi lain, otoritas Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menembak jatuh empat rudal yang masuk ke wilayahnya.
Pemerintah Yordania juga menegaskan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan fasilitas akibat insiden tersebut.
Amman menyatakan setiap pelanggaran terhadap wilayah udara negaranya akan direspons dengan langkah tegas sesuai kepentingan keamanan nasional.
Rangkaian serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan operasi udara ke sejumlah wilayah di Iran.