Presiden Brasil Kritik Usulan Trump Kenakan Tarif Kapal di Selat Hormuz: Mirip Pembajakan
Arifah Nur Shufiyatin July 15, 2026 03:42 PM

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengkritik usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana mengenakan tarif terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. 

Menurut Lula, kebijakan tersebut dapat dipandang menyerupai praktik pembajakan dan tidak sejalan dengan peran Amerika Serikat dalam menjaga kebebasan pelayaran.

Pernyataan itu disampaikan Lula saat menghadiri sebuah acara publik pada Senin (13/7/2026).

Sebelumnya, Donald Trump melalui platform Truth Social mengusulkan pungutan sebesar 20 persen dari nilai pengiriman barang terhadap setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Menanggapi usulan tersebut, Lula mengatakan kebijakan semacam itu pada masa lalu identik dengan praktik pembajakan.

"Dulu, itu dianggap sebagai pembajakan," ujar Lula.

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai negara yang memerangi aksi pembajakan sehingga, menurutnya, tidak semestinya menerapkan kebijakan yang memiliki karakter serupa.

"Amerika Serikat adalah negara penting, dan saya percaya negara ini telah memerangi pembajakan sejak lama. Hari ini negara ini tidak dapat bertindak seperti bajak laut," kata Lula.

Pemerintah Iran juga mengecam rencana tersebut.  Teheran menilai Amerika Serikat tidak memiliki kewenangan untuk mengendalikan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz maupun menarik biaya dari kapal-kapal yang melintas.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi usulan Trump melalui unggahan di platform X dengan nada sindiran. 

Menurutnya, pihak yang benar-benar menjamin keamanan pelayaran memang layak memperoleh kompensasi.

Rencana pungutan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.