Cuaca Maritim Bengkulu 15-18 Juli 2026, Gelombang 1,8 Meter dan Hembusan Angin 22 Knot
Ricky Jenihansen July 15, 2026 12:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kondisi cuaca maritim di Perairan Bengkulu pada 15-18 Juli 2026 diprakirakan diwarnai gelombang signifikan setinggi 1,6 hingga 1,8 meter dan hembusan angin atau wind gust hingga 22 knot.

Berdasarkan prakiraan cuaca maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Soekarno Bengkulu, tinggi gelombang signifikan di Perairan Bengkulu pada Rabu (15/7/2026) berada di kisaran 1,6 hingga 1,8 meter.

Pada Kamis (16/7/2026) hingga Sabtu (18/7/2026), tinggi gelombang signifikan diprakirakan berada di kisaran 1,7 hingga 1,8 meter.

Sementara itu, kecepatan angin di Perairan Bengkulu diprakirakan berada di kisaran 4 hingga 9 knot.

Namun, hembusan angin atau wind gust diprakirakan mencapai 22 knot pada Jumat (17/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Jarak Pandang di Perairan Bengkulu

Selain gelombang dan hembusan angin, jarak pandang atau visibilitas di Perairan Bengkulu juga diprakirakan mengalami perubahan selama periode tersebut.

Pada Rabu (15/7/2026) pukul 07.00 WIB dan 08.00 WIB, visibilitas diprakirakan kurang dari 1 kilometer.

Pada waktu lainnya, visibilitas di Perairan Bengkulu diprakirakan berada di kisaran 2 hingga 7 kilometer.

Informasi Tinggi Gelombang

BMKG juga mengeluarkan informasi tinggi gelombang yang berlaku mulai 15 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 18 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.

Dalam informasi tersebut, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Bengkulu Bagian Utara, Perairan Bengkulu, Perairan Bengkulu Bagian Selatan, Perairan Pulau Enggano, dan Samudra Hindia barat Bengkulu.

BMKG menyebut angin di wilayah Perairan Bengkulu pada umumnya berembus dari Timur Laut hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 25 knot atau 4 hingga 50 kilometer per jam.

Adanya wilayah belokan angin dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan sehingga menambah potensi kenaikan gelombang laut dan kecepatan angin di wilayah Perairan Provinsi Bengkulu.

Risiko terhadap Keselamatan Pelayaran

BMKG juga mengingatkan kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Sementara kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Imbauan BPBD Provinsi Bengkulu

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Kristian Hermansyah, meminta nelayan dan operator transportasi laut agar tetap waspada terhadap kondisi gelombang di Perairan Bengkulu.

“Kita mengimbau nelayan ataupun operator transportasi laut, mengingat gelombang laut di perairan Bengkulu, terlebih lagi menjelang Lebaran ini,” ungkap Kris saat dihubungi TribunBengkulu.com, Selasa (17/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap selalu waspada terhadap cuaca ekstrem, termasuk para pengendara yang sedang dalam perjalanan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.