Dua perwakilan Liga Premier di Piala Dunia 2026 telah diberitahu bahwa jasa mereka tidak lagi dibutuhkan.
Wasit Liga Premier, Michael Oliver dan Anthony Taylor, secara resmi telah dipulangkan dari Piala Dunia 2026 oleh penyelenggara, FIFA.
Turnamen ini berakhir lebih cepat bagi keduanya karena adanya tumpang tindih antara perjalanan tim nasional Inggris di Piala Dunia dan sejarah geopolitik.
Keputusan tersebut diambil setelah hasil perempat final yang memastikan laga semifinal antara Inggris dan Argentina pada 15 Juli.
Berdasarkan protokol konflik kepentingan FIFA, tidak ada ofisial yang diperbolehkan memimpin pertandingan yang melibatkan negara asalnya. Akibatnya, hal ini membuat Oliver dan Taylor tidak dapat bertugas pada laga semifinal yang sangat dinantikan tersebut.
Namun, sikap FIFA yang sudah lama terkait hubungan antara Inggris dan Argentina membuat kedua wasit tersebut tidak dilibatkan lebih lanjut dalam turnamen ini, termasuk pada final Piala Dunia.
Sensitivitas politik yang masih ada terkait Perang Falklands tahun 1982, yang terjadi karena sengketa wilayah seberang laut Inggris di Samudra Atlantik Selatan, tetap menjadi pertimbangan aktif dalam penunjukan wasit.
Untuk menjaga netralitas diplomatik sepenuhnya di lapangan, kebijakan FIFA melarang pejabat asal Inggris memimpin pertandingan yang melibatkan Argentina, dan sebaliknya — yang berarti wasit asal Argentina, Facundo Tello, juga telah mengakhiri tugasnya di turnamen ini.
Bahkan jika Argentina berhasil mengalahkan Inggris di semifinal dan melaju ke final, baik Oliver maupun Taylor tidak akan memenuhi syarat untuk memimpin pertandingan melawan Spanyol.
Oliver telah memimpin empat pertandingan di Piala Dunia ini, termasuk perempat final antara Spanyol dan Belgia. Sementara itu, Taylor telah memimpin tiga pertandingan.
Wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, telah ditunjuk untuk memimpin laga antara Inggris dan Argentina malam ini.