TRIBUNPRIANGAN.COM – Mempertahankan pendidikan Islam di era perubahan zaman menuntut keseimbangan antara adopsi teknologi dengan pelestarian nilai moral.
Strategi utamanya mencakup pembaruan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu agama dan sains, pemanfaatan platform digital untuk pembelajaran, serta penguatan benteng keluarga dalam memfilter dampak negatif globalisasi.
Berbicara perihal Jumat lusa nanti, tepatnya di hari Jumat tanggal 17 Juli 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.
Khusus untuk khutbah pada Jumat lusa nanti, berikut merupakan naskah khutbah Jumat tanggal 17 Juli 2026 yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber tentang "Mempertahankan Pendidikan Islam di Era Perubahan Zaman".
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 17 Juli 2026: Warnai Umur dengan Syukur dan Tafakur
Khutbah 1
اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَيَسْأَلونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 10 Juli 2026/25 Muharam 1448 Hijriah: Wali Allah vs Wali Setan
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah
Mari kita awali khutbah Jumat pada siang hari ini dengan ungkapan syukur kepada Allah swt, dengan senantiasa melafalkan kalimat al-hamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmus shalihât, yang telah memberikan kita semua bermacam-macam kenikmatan, mulai dari nikmat sehat, sempat dan luang, terkhusus nikmat Islam dan iman yang terus tertanam dalam hati kita bersama.
Semoga keimanan dalam hati kita bisa terus melekat hingga akhir masa. Shalawat dalam salam mari senantiasa kita haturkan kepada panutan kita bersama, Nabi Muhammad saw, yang telah sukses membawa kita semua menjadi insan terdidik yang paham tentang ajaran-ajaran Islam yang suci, sehingga bisa membedakan antara yang benar dan salah, antara hak dan yang batil. Semoga kita semua yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini diakui sebagai umatnya dan mendapatkan syafaatnya. Amin ya rabbal âlamin.
Selanjutnya, sudah menjadi keharusan bagi kami selaku khatib untuk senantiasa mengajak kepada diri kami pribadi, keluarga dan semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, yaitu dengan cara mengerjakan semua kewajiban, menunaikan semua tanggung jawab, dan meninggalkan semua yang dilarang. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ
Artinya, “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 10 Juli 2026/ 25 Muharam 1448 Hijriah: Jadilah Rakyat yang Taat
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah
Salah satu hal penting yang harus kita perhatikan saat ini adalah betapa pentingnya pendidikan bagi setiap individu. Pendidikan menjadi hal yang sangat penting dalam membangun suatu negara. Pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia khususnya para generasi muda dan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkembang.
Pendidikan yang berkualitas akan menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten. Melalui pendidikan pula, setiap orang dapat mengembangkan potensi dan bakatnya secara maksimal. Sehingga hal ini bisa membantu mereka mencapai impian dan tujuan hidupnya masing-masing, serta akan memberikan kontribusi positif kepada orang lain.
Pendidikan pada hakikatnya tidak hanya penting di zaman modern saat ini saja. Bahkan hal ini sudah diterapkan pada masa Rasulullah saw. Mari kita semua merenungi salah satu kisah luar biasa perihal urgensi pendidikan di masa Nabi Muhammad.
Dalam kisahnya, ketika pasukan umat Islam sudah mulai kuat pada masa itu. Mereka lebih semangat untuk ikut berperang melawan orang-orang yang menentang ajaran Islam. Tujuannya tidak lain adalah menjaga dakwah Islam terus berlanjut.
Namun sayangnya, semangat perang pada masa itu justru memberikan celah hilangnya semangat belajar, bahkan Rasulullah ditinggal sendiri di Madinah. Sehingga tidak ada seorang pun yang belajar dan mengaji kepada beliau. Akibat dari kejadian ini, Allah swt kemudian menurunkan ayat Al-Qur’an, yang menjelaskan bahwa tidak semua umat Islam harus berangkat perang.
Tetapi harus ada pembagian tugas. Sebagian berangkat ke medan perang dan sebagian yang lain harus menuntut ilmu dan mendalami agama Islam. Hal ini agar ajaran-ajaran agama dapat diajarkan secara merata. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Artinya: “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.” (QS At-Taubah, [9]: 122).
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 10 Juli 2026/ 25 Muharam 1448 Hijriah: Jadilah Rakyat yang Taat
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah
Itulah pentingnya pendidikan yang harus kita ketahui bersama. Bahkan di saat yang mendesak sekalipun, yaitu kondisi perang, di mana umat Islam harus menjaga agamanya agar tetap tegak, pendidikan tetap harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan.
Tujuannya tidak lain, agar keberlangsungan hidup yang benar sesuai dengan tuntunan agama bisa terus berjalan. Tidak hanya itu, kita perlu memahami bahwa salah satu tujuan diutusnya para rasul oleh Allah swt adalah untuk menyampaikan dan mengajarkan tentang urgensi pendidikan.
Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman:
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ
Artinya: “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadaMu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadaMu Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.” (QS Al-Baqarah, [2]: 151).
Selain ayat di atas, juga disebutkan dalam beberapa hadits, bahwa diutusnya Rasulullah saw hanya untuk mendidik/mengajar. Hal ini tentu untuk kembali menegaskan bahwa pendidikan benar-benar penting.
Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْنِى مُعَنِّتًا وَلَكِنْ بَعَثَنِى مُعَلِّمًا مُيَسِّرًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengutusku untuk mempersulit orang lain, tetapi Dia mengutusku sebagai pendidik (pengajar) yang memberi kemudahan.” (HR Muslim).
Baca juga: Teks Khutbah Jumat 10 Juli 2026: Kemenangan dan Pertolongan Allah Pasti Datang, Raih dengan Akidah
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah
Demikian khutbah Jumat perihal pentingnya pendidikan, khususnya di masa modern saat ini di mana perubahan-perubahan dinamika kehidupan bergerak sangat cepat. Pendidikan akan menjadi pembimbing bagi generasi muda dan semua manusia secara umum, untuk terus menjalani hidup dengan benar, sesuai dengan tuntunan agama.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah 2
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ