Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrian Mizani | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Sejumlah mobil tua terlihat mengantre berulang kali di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Kondisi tersebut menjadi sorotan masyarakat karena diduga berkaitan dengan aktivitas pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi.
Seorang warga Blangpidie, Zikri, mengatakan kendaraan yang kerap terlihat mengantre antara lain Isuzu Panther, Toyota Kijang Kapsul, minibus penumpang, hingga dump truk. Menurutnya, kendaraan-kendaraan tersebut hampir setiap hari mengisi solar subsidi di sejumlah SPBU di Abdya.
"Mobil-mobil jenis ini setiap hari terlihat mengantre di semua SPBU di Abdya. Kita menduga mereka melansir solar subsidi," kata Zikri kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).
Ia menuturkan, antrean kendaraan tersebut bukan lagi pemandangan baru. Hampir setiap hari, kendaraan yang oleh warga disebut sebagai "mobil antik" itu memenuhi jalur masuk SPBU, bahkan antreannya kerap memanjang hingga ke bahu Jalan Nasional.
Baca juga: Antrean Panjang BBM di SPBU Terjadi pada Sejumlah Daerah di Aceh, Pertamina Klaim Stok Aman
Menurut Zikri, kondisi tersebut memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa kendaraan-kendaraan tersebut digunakan sebagai armada pelangsir solar subsidi. Dugaan itu, katanya, telah lama menjadi perbincangan karena jumlah kendaraan yang mengantre dinilai tidak wajar dan terjadi secara rutin.
Selain menimbulkan kecurigaan terkait distribusi BBM bersubsidi, antrean kendaraan yang memanjang hingga ke badan jalan juga dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
"Kalau melewati SPBU memang harus ekstra hati-hati akibat adanya mobil-mobil itu. Walaupun mereka antre di sisi badan jalan, pandangan tetap saja terbatas. Ini bahaya bagi pengguna jalan," ujarnya.
Zikri berharap instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi sekaligus menertibkan antrean kendaraan di SPBU agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
"Selain menjaga kelancaran distribusi BBM, langkah tersebut juga penting untuk menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Abdya," pungkasnya.