TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TIMUR – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Dusun 3, Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, Rabu (15/7/2026).
Baca juga: Wapres Gibran Tinjau Pelaksanaan MBG di Sekolah Muhammadiyah Way Bungur
Di sana Gibran berdialog dengan petani singkong.
Dalam dialog terbuka yang dihadiri oleh ratusan warga dan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Wapres menegaskan komitmen pemerintah untuk fokus menyelesaikan berbagai dinamika komoditas singkong, mulai dari masalah pengairan, ketersediaan pupuk, hingga tata kelola pascapanen.
"Hari ini saya ke Lampung khusus mengecek singkong. Karena di komoditas ini masih banyak berbagai dinamika dan tantangan," ujar Gibran di hadapan para petani.
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah masalah stabilitas harga singkong dan tingginya potongan rafaksi (kadar aci).
Wapres menanggapi usulan para petani yang mengeluhkan fluktuasi harga yang sempat menyentuh angka Rp 1.800 per kg.
Menanggapi aspirasi agar harga ideal dijaga pada Rp 2.500 per kg serta batasan rafaksi di bawah 15 persen, Wapres menyatakan akan segera membawanya ke tingkat pusat.
"Ini Bapak, Ibu sekalian, terkait harga yang masih fluktuatif, tadi Ketua Gapoktan mengusulkan ideal harga di angka Rp 2.500. Ini nanti coba kami laporkan ke pimpinan dulu ya Bapak, Ibu, agar harganya tidak fluktuatif," lanjut Gibran.
Selain itu, menyikapi keluhan belum adanya standarisasi alat ukur kadar aci yang kerap merugikan petani, Wapres memastikan kementerian terkait akan turun tangan.
"Dari Kemendag (Kementerian Perdagangan) akan menindaklanjuti untuk alat ukur kadar acinya," tegasnya.
Terkait dengan kebutuhan mendasar sektor produksi seperti keterbatasan air dan alat mesin pertanian (alsintan), Wapres berjanji berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pertanian.
Pemerintah berencana mengupayakan bantuan sistem pompanisasi dari Sungai Batanghari serta pengadaan traktor roda empat guna mempermudah proses ladang para petani.
Di sisi lain, kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini disambut baik oleh masyarakat setempat.
Joko, perwakilan dari Kelompok Tani Desa Muara Jaya, mengaku bersyukur aspirasi mereka didengar secara langsung oleh Wapres.
"Sebenarnya kayak tidak menyangka ya, Pak. Tapi alhamdulillah terbukti datang ke desa kami. Alhamdulillah juga beberapa permintaan dari kelompok tani di desa setempat bisa dicatat, dan beberapa terkait dana bantuan untuk Gapoktan sudah direalisasikan," kata Joko saat diwawancarai terpisah.
Selain masalah harga singkong, Joko juga menitipkan harapan agar pemerintah dapat mendukung pembangunan infrastruktur jalan.
"Ada beberapa aspek yang kami ajukan terkait jalan pembangunan jalan, baik di desa maupun di peladangan tempat singkong berada," tutur Joko.
"Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi titik balik penyelesaian masalah logistik dan kesejahteraan petani singkong di Lampung Timur, yang selama ini menjadi salah satu lumbung komoditas singkong di Sumatera," tutupnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)