Mendadak Prabowo Panggil Luhut ke Hambalang, Soroti Rupiah dan Situasi Global
Tommy Kurniawan July 15, 2026 02:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran anggota DEN di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut membahas berbagai tantangan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Sejumlah isu strategis menjadi perhatian, mulai dari potensi kenaikan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, hingga percepatan transformasi digital pemerintahan.

Pemerintah Sebut Pertemuan Bersifat Rutin

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pertemuan Presiden dengan Luhut bukan agenda mendadak ataupun pemanggilan khusus.

Baca juga: Susno Duadji Kecam Dugaan Pengangkatan Keponakan Menteri PU sebagai Komisaris

Baca juga: Mahfud MD Soroti Peluang KPK Ambil Alih Kasus Febrie, Prabowo Diminta Bertindak

Menurutnya, Dewan Ekonomi Nasional memang secara berkala menyampaikan hasil kajian mengenai kondisi ekonomi dan rekomendasi kebijakan kepada Presiden.

"Bukan dipanggil ya. Jadi memang secara rutin Bapak Presiden mendapatkan laporan dari berbagai pihak, salah satunya dari Dewan Ekonomi Nasional," ujar Prasetyo usai rapat kerja bersama Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Ia mengatakan pembahasan berlangsung cukup mendalam dan menghasilkan sejumlah masukan strategis bagi pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

"Pak Luhut bersama Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan berbagai kajian mengenai kondisi ekonomi kita. Paparan kemarin berlangsung hampir tiga jam dan sangat produktif," katanya.

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Salah satu fokus utama pembahasan adalah mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Pemerintah menilai eskalasi geopolitik berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia yang pada akhirnya dapat memengaruhi anggaran negara maupun biaya energi di dalam negeri.

Menurut Prasetyo, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi apabila situasi internasional semakin memburuk.

"Dengan dinamika Timur Tengah yang kembali menghangat, tentu kita perlu mengantisipasi berbagai kemungkinan, terutama jika nantinya berdampak terhadap harga minyak dunia," ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan pasokan energi nasional masih berada dalam kondisi aman sehingga masyarakat diminta tidak perlu khawatir.

"Supply minyak kita tetap aman meskipun dinamika di Timur Tengah maupun Selat Hormuz kembali meningkat," katanya.

Rupiah Juga Jadi Perhatian Presiden

Selain persoalan energi, Presiden juga memberi perhatian terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat berada di kisaran Rp18.200 per dolar Amerika Serikat.

Prasetyo mengatakan pembahasan mengenai kondisi rupiah tidak hanya dilakukan dari sisi kebijakan makro, tetapi juga dikaitkan dengan langkah-langkah konkret di tingkat sektoral.

Menurutnya, Presiden meminta seluruh kementerian mempercepat pelaksanaan program agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dan daya beli masyarakat terjaga.

"Ketika berbicara mengenai ekonomi, pembahasannya mencakup aspek makro hingga mikro. Presiden memberikan penekanan agar seluruh program berjalan lebih cepat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi," jelasnya.

Transformasi Digital Pemerintahan Ikut Dibahas

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan salah satu agenda penting lainnya ialah penyempurnaan sistem pemerintahan berbasis digital atau GovTech.

Menurut Teddy, pengembangan GovTech diarahkan untuk meningkatkan akurasi data pemerintah sehingga berbagai program dapat disalurkan kepada penerima yang benar-benar berhak.

"DEN juga melaporkan perkembangan penyempurnaan GovTech sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pemerintahan," ujar Teddy.
Ia menjelaskan sistem tersebut diharapkan mampu meminimalkan kesalahan sasaran dalam penyaluran bantuan, sekaligus meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas tata kelola pemerintahan.

Sejumlah Menteri Hadir

Pertemuan di Hambalang turut dihadiri Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta anggota Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, Chatib Basri, Firman Hidayat, Tubagus Nugraha, dan Pantro Pander Silitonga.

Hadir pula Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan serta Agung Gumilar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.