SRIPOKU.COM - Memasuki jenjang Fase D dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran Matematika akan terasa berbeda, lebih seru, dan berfokus pada pemecahan masalah kontekstual di dunia nyata.
Di jenjang SMP ini, siswa tidak hanya dituntut menghafal rumus secara mekanis, melainkan diajak untuk memahami logika di balik konsep-konsep matematika yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari menghitung skala peta, mengelola keuangan lewat bilangan rasional, hingga menginvestigasi data statistik.
Bagi teman-teman kelas 7 yang ingin mencuri start belajar secara mandiri, maupun Bapak/Ibu guru Matematika yang sedang menyiapkan silabus dan modul ajar, berikut kami sajikan Rangkuman Struktur Materi Matematika Kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 secara lengkap:
Baca juga: Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 7 SMP Materi Bab 1 Bilangan Bulat Kurikulum Merdeka
Berikut adalah pemetaan bab yang dipelajari pada Semester 1 (Bab 1 sampai Bab 3) dan Semester 2 (Bab 4 sampai Bab 6):
SEMESTER 1
Membahas konsep dasar bilangan yang tidak memiliki pecahan. Di sini siswa akan belajar meletakkan bilangan pada garis bilangan dan memahami logika operasionalnya.
A. Memahami Bilangan Bulat: Mengenal bilangan bulat positif, negatif, dan nol sebagai titik acuan dalam kehidupan nyata (seperti suhu atau kedalaman laut).
B. Operasi Hitung Bilangan Bulat: Penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pada bilangan bulat.
C. Faktor Bilangan Bulat: Menentukan faktor, kelipatan, serta konsep FPB dan KPK untuk memecahkan masalah pembagian.
Memperluas pemahaman bilangan ke bentuk pecahan dan desimal yang menyatakan bagian dari suatu keseluruhan.
A. Di Antara Dua Bilangan Bulat: Menemukan posisi pecahan dan desimal pada garis bilangan di antara dua angka bulat.
B. Membandingkan Bilangan Rasional: Menentukan nilai yang lebih besar atau kecil dari dua atau lebih pecahan/desimal.
C. Operasi Hitung Bilangan Rasional: Menghitung penjumlahan hingga pembagian pada bentuk pecahan dan desimal.
Mempelajari konsep perbandingan antara dua besaran atau nilai yang sering ditemukan pada resep makanan, peta, maupun kecepatan berkendara.
A. Konsep Rasio: Dasar perbandingan dua nilai dengan satuan yang sama atau berbeda.
B. Skala: Penerapan rasio pada perbandingan ukuran gambar/peta dengan ukuran sebenarnya.
C. Laju Perubahan Satuan: Memahami konsep kecepatan (jarak per waktu), debit air, atau kurs mata uang.
SEMESTER 2
Gerbang awal matematika modern di mana siswa mulai menggunakan simbol berupa huruf untuk merepresentasikan angka yang belum diketahui nilainya.
A. Unsur-Unsur Bentuk Aljabar: Mengenal istilah variabel, koefisien, konstanta, dan suku.
B. Sifat-Sifat dan Operasi Aljabar: Menyederhanakan persamaan melalui penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian suku sejenis.
C. Pemodelan dengan Bentuk Aljabar: Mengubah cerita sehari-hari menjadi kalimat matematika aljabar.
Mempelajari geometri mengenai hubungan antar-bangun datar yang memiliki bentuk sama tetapi ukurannya bisa berbeda.
A. Hubungan Antar Sudut: Memahami sudut berpelurus, berpenyiku, dan sudut bertolak belakang.
B. Arti Kesebangunan: Syarat dua bangun dikatakan sebangun (sudut bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi seletak senilai).
C. Kesebangunan pada Segitiga: Aplikasi khusus kesebangunan untuk mengukur tinggi tiang atau lebar sungai tanpa mengukurnya langsung.
Belajar mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi numerik agar mudah dibaca oleh orang lain.
A. Investigasi Statistika: Langkah awal merumuskan pertanyaan dan mengumpulkan data.
B. Macam-Macam Data: Membedakan data numerik (angka) dan data kategorikal (kategori/sifat).
C. Diagram dalam Statistika: Pengenalan visualisasi data.
D. Diagram Batang: Menyajikan data kategorikal atau diskrit menggunakan balok persegi panjang.
E. Diagram Lingkaran: Menyajikan data dalam bentuk juring lingkaran untuk melihat persentase proporsi.
F. Memilih Diagram yang Tepat: Kemampuan menganalisis diagram mana yang paling efektif untuk menyajikan suatu jenis data tertentu.
Struktur materi Matematika Kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka ini dirancang agar alur belajar siswa menjadi lebih runut dan logis.
Dimulai dari memperkuat fondasi bilangan di Semester 1, lalu melompat ke logika abstrak aljabar, geometri, hingga pengolahan data di Semester 2.***