Sempat Kesulitan Akses, Kini Petani Desa Taro Semangat Pasca Jalan Lumpur Dibeton
Ngurah Adi Kusuma July 15, 2026 05:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Komitmen Pemerintah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Bali dalam memperkuat sektor pertanian terus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur. 

Salah satu proyek yang kini tuntas adalah rabat beton Jalan Usaha Tani Subak Abian Swanpadonjali di Banjar Taro Kaja yang telah mencapai progres fisik 100 persen.

Pembangunan jalan sepanjang 1.357 meter yang dibiayai melalui APBDes Desa Taro Tahun Anggaran 2026, dengan anggaran Rp 576 juta lebih itu, diharapkan mampu memperlancar mobilitas petani, memangkas biaya operasional, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan tersebut.

Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, Rabu 15 Juli 2026 mengatakan pembangunan jalan usaha tani bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan sektor pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.

Baca juga: 2 Pekan Berlalu, Kasus Kematian Nyoman Cita Masih Misterius, Keluarga Diminta Berdoa dan Bersabar

"Pembangunan rabat beton Jalan Subak Abian Swanpadonjali bukan sekadar membangun jalan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan sektor pertanian Desa Taro,”

“Infrastruktur yang baik akan memperlancar aktivitas petani mulai dari membawa sarana produksi hingga mengangkut hasil panen,”

“Kami berharap keberadaan jalan ini mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa," ujar Warka.

Sebelum diperbaiki, akses menuju kawasan Subak Abian Swanpadonjali dalam kondisi rusak. 

Saat musim hujan, jalan berubah menjadi berlumpur dan licin sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun kendaraan pengangkut hasil pertanian melintas. 

Baca juga: FSBJ VIII: Juri Ingatkan Musikalisasi Puisi Bukan Sekadar Tempelan Musik

Dampaknya, distribusi pupuk, bibit, hingga hasil panen kerap terhambat dan biaya operasional petani meningkat.

Kini, setelah jalan dirabat beton sepanjang 1.357 meter, akses menuju lahan pertanian menjadi lebih aman dan nyaman dilalui sepanjang tahun. 

"Mobilitas petani semakin lancar sehingga proses distribusi sarana produksi maupun hasil panen diharapkan berlangsung lebih cepat dan efisien," ujar Warka.

Menurut Warka, pembangunan tersebut merupakan hasil perencanaan yang disusun secara partisipatif melalui Musyawarah Desa (Musdes), kemudian dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026 dan ditetapkan dalam APBDes Tahun Anggaran 2026. 

Dengan demikian, program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur akan terus menjadi prioritas Pemerintah Desa Taro, namun dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan desa dan skala prioritas yang telah disepakati bersama.

"Kami ingin setiap rupiah dana desa benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”

“Karena itu, seluruh proses pembangunan kami laksanakan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membangun Desa Taro," tegasnya.

Baca juga: Kembali "Ngebul" Setelah Libur, Dapur MBG di Buleleng Bali Sediakan 73.993 Porsi

Selain meningkatkan akses menuju kawasan pertanian, pembangunan jalan usaha tani ini juga menjadi bentuk dukungan Pemerintah Desa Taro terhadap penguatan ketahanan pangan. 

Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus meningkatkan daya saing komoditas lokal.

Pelaksanaan proyek mengacu pada berbagai regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 beserta perubahannya, Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa, serta Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

Keberhasilan penyelesaian proyek hingga tuntas 100 persen tidak lepas dari sinergi Pemerintah Desa Taro bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur pengawasan, lembaga desa, dan partisipasi aktif masyarakat.

Pemerintah Desa Taro pun mengapresiasi dukungan seluruh warga Banjar Taro Kaja, khususnya para petani Subak Abian Swanpadonjali. 

Ke depan, masyarakat diharapkan ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, sekaligus mendukung terwujudnya Desa Taro yang maju, mandiri, tangguh, dan sejahtera. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.