Tak Ada Tanda Kekerasan saat Mayat Ditemukan di Semak, Misteri Penyebab Kematian Dokter PPDS di Siak
Sinta Manilasari July 15, 2026 03:44 PM

TRIBUNSTYLE.COM - Kematian dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi, Alex Kristo Loris (30), yang ditemukan i semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Riau menyisakan tanda tanya besar.

Pasalnya dari hasil pemeriksaan luar Kosmos, tidak ada tanda-tanda kekerasan di jenazah.

Sedangkan lokasi penemuan dokter ini hanya berjarak 15 meter dari pagar pembatas rumah sakit tempat dia bekerja.

Artinya untuk bisa kesana, orang harus menempuh setidaknya 30 meter dengan menyusuri tepi Jalan Raja Kecik.

Apa sebenarnya yang terjadi pada dokter ini?

Baca juga: Tak Lagi Saling Komunikasi, Betrand Peto Ungkap Isi Chat Terakhir Jordi Onsu Kepadanya 

Kronologi penemuan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan, korban baru mulai menjalani pendidikan sebagai residen anestesi di rumah sakit tersebut pada 1 Juli 2026.

"Korban ditugaskan di rumah sakit ini dalam rangka pendidikan dari Universitas Riau," kata Kosmos kepada wartawan di Siak, Rabu (15/7/2026).

Petugas kepolisian saat melakukan proses evakuasi dan olah TKP kasus penemuan mayat dokter di samping RSUD Siak, Riau, Selasa (14/7/2026).
Petugas kepolisian saat melakukan proses evakuasi dan olah TKP kasus penemuan mayat dokter di samping RSUD Siak, Riau, Selasa (14/7/2026). (Kompas.com/Dok. Polres Siak)

Alex merupakan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau yang sedang menjalani pendidikan di RSUD Tengku Rafian Siak.

Kosmos menjelaskan, korban terakhir kali terlihat pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 18.06 WIB saat berjalan keluar dari lingkungan RSUD Tengku Rafian.

"Korban keluar dari rumah sakit sekitar pukul 18.06 WIB. Setelah itu tidak ditemukan lagi," ujar Kosmos.

Dari rekaman kamera CCTV di area radiologi, korban tampak berjalan seorang diri menuju Pos Security II lalu keluar ke arah Jalan Raja Kecik.

Setelah itu, keberadaannya tidak lagi diketahui.

Istri korban, dr YM (31), yang juga bertugas dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian, sempat berulang kali menghubungi telepon genggam suaminya. Namun, ponsel korban sudah tidak aktif.

Merasa khawatir, ia kemudian mencari korban di lingkungan rumah sakit dan menanyakan keberadaannya kepada rekan-rekan sejawat. Karena tidak membuahkan hasil, pencarian dilanjutkan dengan memeriksa rekaman CCTV.

Pencarian dilakukan sejak Senin malam, tetapi korban belum ditemukan.

Ditemukan Tewas di Semak Belukar

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya.

Sekitar pukul 11.30 WIB, dua petugas keamanan rumah sakit bersama seorang sopir ambulans menyisir area semak belukar yang menjadi titik terakhir keberadaan korban berdasarkan rekaman CCTV.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB dalam posisi telentang dan sudah meninggal dunia.

Lokasi penemuan berada sekitar lima meter dari pagar pembatas rumah sakit atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.

Di lokasi, polisi juga menemukan tas sandang hitam yang diduga milik korban.

"Setelah mendapat laporan, petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengamankan sejumlah barang bukti," kata Kosmos.

Barang bukti yang diamankan meliputi tas berisi sejumlah alat medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas (ID Card) RSUD Tengku Rafian milik korban.

Kosmos mengatakan, hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ujarnya.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru guna menjalani autopsi.

Polisi juga masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian dokter tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.