Ford Diduga Harus Mengembalikan Sebagian dari Pengembalian Tarif Senilai $1,3 Miliar kepada Pelanggan, Menurut Gugatan Class Action
Budi Santoso July 15, 2026 03:35 PM

Seorang pria asal California telah mengajukan gugatan class action terhadap Ford, dengan tuduhan bahwa produsen mobil yang berbasis di Dearborn tersebut membebankan biaya tambahan pada dirinya untuk SUV Mustang Mach-E akibat tarif impor. Penggugat berpendapat bahwa Ford Motor Company (FoMoCo) kini wajib mengembalikan uang pelanggan setelah pemerintah federal setuju untuk memberikan pengembalian dana atas bea impor yang telah dibayarkan sebelumnya.


Gugatan yang diajukan di pengadilan federal Michigan pada Kamis lalu itu secara khusus menuduh bahwa Ford membebankan biaya tambahan kepada pelanggan dengan menaikkan harga dan biaya pengiriman kendaraan yang dirakit di Meksiko, seperti Mach-E yang disebutkan. Jason Bullock, pria asal San Diego yang tercatat sebagai penggugat, membeli kendaraan listriknya pada Februari dengan harga yang diklaimnya telah terpengaruh oleh penyesuaian harga Ford. Namun setelah pembelian tersebut, Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tarif luas yang diberlakukan oleh mantan Presiden Trump di bawah Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA), dengan alasan bahwa undang-undang tahun 1977 itu tidak memberikan wewenang kepada presiden untuk mengenakan pajak atas impor.


Dengan keputusan itu, pemerintah kemudian bergerak untuk memberikan pengembalian dana kepada perusahaan-perusahaan yang terdampak oleh kebijakan tarif Trump. Awal tahun ini, Ford melaporkan bahwa pihaknya akan menerima manfaat terkait tarif senilai $1,3 miliar atas bea yang dibayarkan antara Maret 2025 hingga Februari 2026. (Baik Stellantis maupun General Motors juga diperkirakan akan menerima pengembalian serupa.) Bullock meyakini sebagian dari dana tersebut seharusnya dikembalikan kepada pelanggan yang terkena dampak.


"Jika Ford mempertahankan (pengembalian tarif) sekaligus tetap menyimpan kenaikan harga terkait tarif yang telah dibayarkan oleh konsumen, maka Ford akan menerima keuntungan ganda yang tidak adil," demikian bunyi gugatan tersebut.


Gagasan bahwa pelanggan yang menanggung beban kenaikan biaya impor seharusnya menerima sebagian pengembalian dana tersebut bukan hanya terjadi pada kasus Ford. Perusahaan seperti Nike, Amazon, dan Costco juga menghadapi gugatan serupa dari konsumen.


Gugatan tersebut juga menyoroti fakta bahwa Ford belum memberikan pernyataan apa pun terkait adanya "penurunan harga bagi konsumen" akibat situasi tarif baru ini, dan juga belum menyatakan akan memberikan pengembalian dana atau kredit kepada pembeli yang terdampak. Menurut laporan The Detroit News, dana pengembalian tersebut justru akan digunakan untuk memperkuat divisi Ford Blue dan Ford Pro milik merek tersebut. Secara pribadi, dapat diperkirakan bahwa produsen mobil lain akan mengamati perkembangan kasus ini dengan penuh perhatian, karena kasus ini bisa menjadi acuan bagi mereka yang merasa dirugikan oleh kebijakan tarif pemerintah sebelumnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.