Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mendorong penguatan kerja sama antara organisasi masjid di Indonesia dengan komunitas Islam di Australia, seperti pelatihan, pertukaran imam, hingga pengelolaan masjid.
“Hubungan antara umat dan organisasi itu biasa kita lakukan, seperti pelatihan-pelatihan, tukar-menukar imam dan sebagainya. Itu bisa dilakukan,” ujar Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu.
Pernyataan JK tersebut disampaikan usai menerima kunjungan silaturahmi Presiden Dewan Imam Nasional Australia Sheikh Shadi Al Suleiman di Kantor Pusat DMI, Jalan Matraman, Jakarta Timur.
Jusuf Kalla mengatakan perkembangan Islam di Australia terus mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya jumlah umat Islam yang berasal dari berbagai negara dan menjadi bagian dari masyarakat Australia.
“Perkembangan Islam di Australia itu sangat besar sekali, karena keberagaman Islam dari banyak negara yang merupakan imigran di Australia,” katanya.
Sementara itu, Presiden Dewan Imam Nasional Australia Sheikh Shadi Al Suleiman mengapresiasi atas kesempatan berkunjung dan berdiskusi dengan jajaran DMI. Ia menilai peran DMI dalam mengelola jaringan masjid di Indonesia merupakan hal yang luar biasa.
“Sangat penting bahwa kita mencoba membawa masjid bersama dan menyatukan aktivitas mereka agar mencapai tujuan yang sama. Membawa 800 ribu masjid di Indonesia adalah sesuatu yang indah,” ujar Sheikh Shadi.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat hubungan dan kolaborasi antara Dewan Imam Nasional Australia dengan DMI, khususnya dalam memaksimalkan peran masjid sebagai pusat kegiatan umat.
“Masjid adalah rumah Allah SWT, tempat yang menyambut dan menjadi pusat membawa orang bersama,” katanya.
Sheikh Shadi menjelaskan kerja sama yang akan dibangun mencakup penguatan hubungan antarorganisasi, berbagi pengalaman, serta pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan masjid.
Menurutnya, meskipun umat Islam di Australia merupakan kelompok minoritas, perkembangan masjid di negara tersebut terus meningkat. Saat ini terdapat sekitar 400 masjid di Australia yang menjadi pusat aktivitas umat Islam.
“Kami ingin belajar dari DMI dan berbagi sumber daya untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang bagaimana masjid dapat beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sheikh Shadi juga menilai umat Islam Indonesia memiliki peran penting dalam memberikan contoh kehidupan Islam yang moderat dan harmonis di dunia.
“Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Hubungan antara Australia dan Indonesia, dari negara ke negara, orang ke orang, dan Islam ke Islam, sangat penting. Muslim Indonesia adalah contoh yang sangat baik bukan hanya untuk Muslim Australia, tetapi juga untuk seluruh dunia,” kata dia.





