TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Penantian panjang kepulangan seorang jemaah haji asal Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara akhirnya berakhir.
Hj Fatima, jemaah haji yang sempat tertahan di Rumah Sakit Arab Saudi karena kondisi kesehatannya menurun usai menjalani rangkaian ibadah haji, tiba di Pelabuhan Sungai Nyamuk, Sebatik, Rabu (15/7/2026).
Kepulangan Hj Fatima sekaligus menandai seluruh jemaah haji asal Kabupaten Nunukan dan Provinsi Kalimantan Utara telah kembali ke Tanah Air.
Ketua Kloter 7 Jemaah Haji Nunukan, H Sayid Abdullah, mengungkapkan Hj Fatima sebenarnya sudah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Baca juga: Cerita Yusron Jemaah Haji Nunukan Soal Keberkahan di Tanah Suci, Aroma Mulut Tetap Segar
Namun, setelah menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kondisinya menurun sehingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit di Makkah.
"Beliau sudah selesai melaksanakan ibadah haji. Tetapi setelah Armuzna beliau kelelahan dan kembali sakit sehingga belum bisa dipulangkan karena belum dinyatakan layak terbang," kata Sayid Abdullah, Rabu (15/7/2026).
Setelah beberapa waktu menjalani perawatan, Hj Fatima akhirnya dinyatakan fit untuk melakukan perjalanan udara dan diterbangkan dari Arab Saudi menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada 12 Juli 2026.
Namun perjuangannya belum selesai. Setibanya di Jakarta, Hj Fatima kembali harus menunda perjalanan menuju Kalimantan Utara lantaran seluruh kursi penerbangan menuju daerah tersebut telah penuh.
"Nah, beliau tidak bisa diterbangkan ke Kaltara karena kebetulan tiket habis. Jadi baru tanggal 14 Juli bisa berangkat ke Kalimantan Utara," ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (15/7/2026).
Hj Fatima kemudian tiba di Kalimantan Utara menggunakan pesawat Batik Air pada Selasa (14/7/2026) sore.
Baca juga: Tiba di Nunukan Sebagian Jemaah Haji Perempuan Terlihat Pakai Pakaian Mappatoppo, Begini Maknanya
Karena kondisi kesehatannya masih membutuhkan perhatian, perjalanan menuju Sebatik baru dilanjutkan pada Rabu pagi dengan pendampingan petugas Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara.
"Alhamdulillah tadi pagi beliau sudah tiba di Sebatik. Saya juga sudah melihat langsung kedatangan beliau," ucap Sayid.
Ia menjelaskan, kendala utama selama proses pemulangan bukan lagi masalah kesehatan, melainkan keterbatasan kursi penerbangan.
"Alhamdulillah tidak ada kendala selama penerbangan. Hanya saja jadwal pesawat penuh sehingga harus menunggu satu hari lagi untuk mendapatkan kursi," jelasnya.
Menurut Sayid, pihaknya juga sengaja tidak memilih rute lain karena mempertimbangkan kondisi fisik Hj Fatima yang belum memungkinkan menjalani perjalanan dengan mobilitas tinggi.
"Kenapa tidak lewat Balikpapan? Karena mengikuti kondisi beliau. Beliau tidak bisa berdiri lama, jadi kami memilih perjalanan yang paling memungkinkan," katanya.
Kepulangan Hj Fatima menjadi kabar yang paling ditunggu keluarga maupun rombongan jemaah haji Nunukan.
"Alhamdulillah dengan pulangnya Nenek Haji Fatima ini, seluruh jemaah haji Kalimantan Utara, termasuk Nunukan, sudah kembali. Proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 resmi selesai," tuturnya.
Di sisi lain, Kementerian Agama kini mulai bersiap membuka tahapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027.
"Persiapan sudah mulai. Data calon jemaah haji tahun 2027 juga mulai dikumpulkan," pungkasnya.
(*)
Penulis: Fatimah Majid