Transaksi Kopdes di NTB Tembus Rp 3,98 Miliar, Minyak Goreng Jadi Primadona
Wahyu Widiyantoro July 15, 2026 04:21 PM

TRIBUNLOMBOK.COM – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki total 1.172 koperasi dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp 3.980.709.575. 

Dihimpun dari laman Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diakses Rabu (15/7/2026), Kabupaten Lombok Timur tercatat sebagai wilayah dengan jumlah koperasi terbanyak sekaligus nilai transaksi tertinggi di NTB, yakni mencapai Rp 3.618.694.000 dari 255 unit koperasi yang beroperasi di wilayah tersebut. 

Angka ini setara hampir 91 persen dari total transaksi koperasi se-provinsi, menempatkan Lombok Timur jauh melampaui sembilan kabupaten/kota lainnya.

Sebagai perbandingan, Kabupaten Lombok Tengah yang berada di posisi kedua mencatatkan nilai transaksi Rp 254.846.100 dari 154 koperasi, disusul Kota Mataram dengan Rp 61.898.075 dari 50 koperasi.

Tiga wilayah tercatat memiliki nilai transaksi Rp 0 pada data 2026, yaitu Kabupaten Bima (190 koperasi), Kabupaten Sumbawa (165 koperasi), dan Kabupaten Lombok Utara (45 koperasi). 

Baca juga: Gubernur Iqbal Ungkap Banyak Kopdes Belum Jalankan Bisnis

Minyak Goreng Dominasi Nilai Transaksi

Dari sisi jenis produk, volume transaksi terbesar didominasi kategori "Barang Lainnya" dengan 21.099 unit, jauh di atas Air Mineral Ades 600ml (6.870 unit) di posisi kedua. 

Namun dari sisi nilai rupiah, Minyak Goreng Bimoli 2L meski volumenya hanya menempati urutan keenam dengan 372 transaksi justru menyumbang nilai transaksi tertinggi se-NTB, yakni mencapai Rp 3.618.624.000.

Total volume transaksi seluruh produk di NTB tercatat mencapai 31.505 unit.

Produk kebutuhan pokok lain yang turut mencatatkan transaksi meliputi beras (543 unit), beras medium SPHP 5 kg (353 unit), gula pasir PSM 1 kg (290 unit), dan gula Nusa Kita 1 kg (100 unit).

Modal Simpanan Capai Rp 982,6 Juta

Total modal koperasi se-NTB yang bersumber dari simpanan anggota tercatat sebesar Rp 982.672.480, terdiri dari simpanan pokok Rp 768.340.200 dan simpanan wajib Rp 214.332.280.

Lombok Timur memimpin sebagai kontributor simpanan pokok terbesar dengan Rp 294.375.000, sejalan dengan posisinya sebagai wilayah dengan jumlah koperasi dan nilai transaksi tertinggi. 

Nilai simpanan wajib pada posisi teratas dipegang Kabupaten Bima dengan Rp 69.585.000.

Tercatat 892 dari total 1.172 koperasi di NTB telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.