Gulingkan Amerika! Menggema di Parlemen Iran, Seruan Balas Dendam atas Khamenei ke AS
Tribun-video July 15, 2026 05:42 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Parlemen Iran kembali memanaskan tensi politik dengan Amerika Serikat usai menggelar sidang terbuka pertamanya setelah berakhirnya Perang 40 Hari.Dalam sidang tersebut, para anggota parlemen meneriakkan seruan balas dendam atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.Rekaman video memperlihatkan Wakil Ketua Parlemen Hamidreza Haji-Babaei memimpin penyampaian pesan kesetiaan kepada mendiang Khamenei.Setelah itu, ruang sidang dipenuhi teriakan yang menyerukan balas dendam terhadap Amerika Serikat.Para anggota parlemen meneriakkan slogan-slogan seperti "Gulingkan Amerika," dan "Balas dendam,".Sejumlah anggota parlemen juga meneriakkan slogan anti-Amerika dan menyatakan kesiapan mereka melanjutkan perjuangan pemimpin Iran.Diketahui sidang terbuka itu digelar di gedung Baharestan pada Senin (13/7/2026) malam.Sidang tersebut menjadi yang pertama sejak parlemen ditutup selama konflik bersenjata berlangsung.Lebih dari 250 anggota parlemen menghadiri pertemuan tersebut.Namun, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf tidak terlihat hadir.Dalam sidang tersebut, parlemen juga mengesahkan aturan yang memungkinkan rapat digelar secara virtual atau di luar gedung parlemen saat kondisi darurat.Selain itu, parlemen secara resmi menerima rancangan undang-undang tentang "Rencana Aksi Strategis untuk Mengamankan Selat Hormuz".Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, Ebrahim Azizi, menyebut langkah itu sebagai prioritas baru parlemen.Ia menegaskan Iran tetap berpegang pada garis merahnya terkait pengelolaan Selat Hormuz.Azizi juga memperingatkan akan ada langkah lanjutan yang disebutnya dapat membuat musuh tidak tenang.Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap pemerintah Iran dalam beberapa pekan terakhir.Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan Iran akan tetap menjadi pelindung Selat Hormuz.Araghchi juga menyatakan negara yang menjamin keamanan jalur pelayaran berhak memperoleh kompensasi.Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan pengenaan biaya 20% bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran juga mengklaim telah menutup Selat Hormuz.Teheran bahkan melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal dagang dan kapal tanker di kawasan tersebut.Langkah itu memicu kecaman dari berbagai negara dan mendorong peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di Teluk Persia.Masuknya rancangan undang-undang tentang Selat Hormuz ke agenda parlemen menunjukkan isu tersebut kini menjadi prioritas utama Iran.Situasi ini pun menandai babak baru persaingan antara Teheran dan Washington di jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. (*)Artikel ini telah tayang di IRANWIRE dengan judul Iranian Parliament Resumes Work After 4 Months, Opens with Revenge Chantshttps://iranwire.com/en/news/154936-en-%D9%86%D9%85%D8%A7%DB%8C%D9%86%D8%AF%DA%AF%D8%A7%D9%86-%D9%85%D8%AC%D9%84%D8%B3-%D9%BE%D8%B3-%D8%A7%D8%B2-%DA%86%D9%87%D8%A7%D8%B1%D9%85%D8%A7%D9%87-%D8%B4%D8%B9%D8%A7%D8%B1-%D8%A7%D9%86%D8%AA%D9%82%D8%A7iranian-parliament-resumes-work-after-4-months-opens-with-revenge-chants%D9%85-%D9%88-%D8%A7%D8%B9%D9%85%D8%A7%D9%84-%D8%AD%D8%A7%DA%A9%D9%85%DB%8C%D8%AA-%D8%A8%D8%B1-%D9%87%D8%B1%D9%85%D8%B2/