BOLASPORT.COM - Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, mengomentari nasib apes yang selalu menimpa rider MotoGP Ducati Lenovo, Marc Marquez selama mengaspal di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Marquez tercatat belum pernah berhasil finis satu kali pun dalam balapan utama pada empat kali penampilannya di MotoGP Indonesia.
Nasib paling parah dialaminya sebanyak dua kali di Sirkuit Mandalika pada musim 2022 dan terakhir musim lalu.
Pengalaman pertamanya tidak baik di Sirkuit Mandalika setelah Marquez terpelanting dari motornya pada sesi Warm Up atau pemanasan pagi hari sebelum balapan.
Marquez mengalami kecelakaan hebat saat melakukan putaran sendirian ketika masih mengendarai motor RC213V tim Repsol Honda.
Adapun pada musim 2023 dan 2024, Marquez mengalami crash dalam balapan sehingga tak dapat menyelesaikan balapan sampai garis finis.
Sementara tahun lalu, Marquez ditabrak dari belakang oleh pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, pada awal-awal balapan.
Insiden tersebut membuat Marquez menepi sampai akhir musim untuk menjalani operasi.
Pencapaian terbaik Marquez di lintasan sepanjang 4,3 km itu adalah finis ketiga untuk podium pada Sprint musim 2024.
Veda memilih tak percaya dengan kutukan kepada Marquez dan tidak mempengaruhi dirinya dan Mario Aji yang akan menjadi local hero pada MotoGP Indonesia 2026.
"Kalau kami berdua (Veda dan Mario Aji) tidak percaya. Ya (kutukannya) buat Marquez kan bukan buat kami," ujar Veda kepada ANTARA, dilansir BolaSport.com.
"Terus orang yang beranggapan di luar itu lebih menjerumuskan ... Jadi itu tidak mempengaruhi kami berdua," ujarnya.
Raihan terbaik pembalap Indonesia dalam balapan kandang di Mandalika masih dipegang oleh Mario Aji saat finis di posisi ke-14 pada balapan tahun 2022.
Veda kemudian memilih alasan masuk akal yang mungkin menjadi salah satu faktor Marquez kesulitan untuk bisa menyelesaikan balapan panjang di Sirkuit Mandalika.
Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu menyebut faktor suhu dan pergerakan angin yang kencang.
"Mungkin karena suhu atau angin. Angin yang arahnya tidak bisa diprediksi karena di sini (Mandalika) ada di pinggir laut," ujar Veda.
Balapan GP Indonesia tahun ini terjadwal pada seri balap ke-17 yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.