TRIBUNNEWS.COM - Spanyol boleh saja sudah mengamankan tiket final Piala Dunia 2026 berkat kemenangan atas Prancis dengan skor 2-0, Rabu (15/7/2026) di Dallas Stadium.
Namun mereka juga harus waspada lantaran langkah-langkah mereka ke final membentuk sebuah pola khusus.
Pola tersebut pada akhirnya pernah mengantarkan negara lain gagal menjadi juara Piala Dunia di beberapa edisi ke belakang.
"Sebenarnya hal yang membuat semifinal ini ideal adalah kualitas di setiap pertandingannya nanti," kata Bayu Ajianto, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Prancis dan Spanyol kan mempertemukan dua tim dengan permainan paling dominan."
"Inggris dan Argentina menyajikan rivalitas klasik antara mereka," sambungnya.
Pola yang terbentuk dari perjalanan Spanyol itu adalah jalur yang sama persis seperti yang dijalani Argentina pada Piala Dunia 2014 silam.
Baca juga: Rekor Ronaldo Dipertaruhkan, Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Pembuka Jalan Yamal Gondol Ballon DOr
Langkah Spanyol
Perjalanan Spanyol di fase grup sebenarnya tak benar-benar mulus.
Meski demikian, mereka tetap bisa menjadi juara grup alias menempati posisi pertama.
Komposisi grup yang dijuarai Spanyol itu terdiri dari satu tim Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
Setelah itu, Spanyol juga berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Mereka bertemu Portugal di fase itu dan memenangkan pertandingan secara dramatis dengan skor 1-0.
Kemenangan atas Portugal membuat mereka melangkah ke babak perempat final untuk menghadapi Belgia.
Meski mengalami kebobolan untuk pertama kalinya di pertandingan ini, Spanyol tetap bisa mengalahkan Belgia dan berhak melangkah ke fase berikutnya.
Berpindah ke babak semifinal, Spanyol menghadapi lawan yang semakin berat.
Mereka berhadapan dengan Prancis yang tak hanya menyandang status unggulan dan favorit juara.
Prancis datang ke Piala Dunia 2026 juga sebagai runner up dari Piala Dunia sebelumnya.
Spanyol ternyata bisa mengalahkan Prancis dengan skor 2-0.
Hasil itu akan membuat Spanyol berhadapan di antara pemenang antara Argentina dan Inggris.
Status Argentina adalah juara dunia tiga kali yang sedang berusaha menambah koleksi trofi menjadi empat.
Langkah Argentina di Piala Dunia 2014
Argentina yang saat itu diasuh oleh Alejandro Sabela ternyata bisa memuncaki Grup F yang mereka huni.
Saat itu komposisi Grup F, di antaranya, diisi oleh satu tim asal Afrika (Nigeria) dan Asia (Iran), sama seperti yang dialami Spanyol di edisi 2026.
Beranjak ke fase selanjutnya, yaitu babak 16 besar, Argentina saat itu berhadapan dengan salah satu rival kuda hitam dari Eropa, Swiss.
Ternyata berhadapan dengan Swiss tak semudah yang diperkirakan banyak pihak.
Albiceleste bahkan membutuhkan babak tambahan untuk bisa memastikan kemenangan atas Swiss dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan dengan skor yang sama seperti yang ditorehkan Spanyol saat mengalahkan Portugal di 16 besar.
Langkah Argentina pun berlanjut ke babak perempat final, di mana mereka sudah ditunggu Belgia.
Lagi-lagi berhadapan dengan kuda hitam, Argentina juga harus bersusah payah mengalahkan Belgia dengan skor tipis 1-0.
Albiceleste lantas berlanjut ke babak semifinal.
Sama seperti Spanyol tahun ini, kala itu Argentina juga berhadapan dengan runner up Piala Dunia edisi sebelumnya, yaitu Belanda, yang melaju ke final pada 2010.
Messi dan kawan-kawan ternyata bisa mengalahkan Belanda lewat babak adu penalti.
Pada babak final, Argentina berhadapan dengan tim yang sudah mengoleksi tiga gelar juara dunia, yaitu Jerman.
Kemiripan langkah yang luar biasa antara Spanyol di Piala Dunia 2026 dengan Argentina di Piala Dunia 2014 membuat La Furia Roja pastinya tak ingin meniru hasil akhir dari pertandingan tersebut.
Di mana akhirnya Argentina kalah dari Jerman yang berhasil merebut trofi keempat.
(Tribunnews.com/Guruh)