Ikut Nobar Prancis Vs Spanyol, Indra Sjafri Ungkap Pelajaran Besar dari Piala Dunia 2026
Hasiolan Eko P Gultom July 15, 2026 05:30 PM

Ikut Nobar Prancis Vs Spanyol, Indra Sjafri Ungkap Pelajaran Besar Dari Piala Dunia 2026

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEW.COM, JAKARTA - Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis melawan Spanyol turut menyedot perhatian pecinta sepakbola di Indonesia.

Sejumlah acara nonton bareng (nobar) digelar di berbagai daerah sebagai bentuk antusiasme masyarakat menyaksikan laga bergengsi tersebut.

Baca juga: Prancis Tersingkir, Keran Gol Mbappe Macet: Momentum Messi Pertegas Status di Piala Dunia

Salah satu lokasi nobar berlangsung di Bar 30, Hotel Le Meridien, Jakarta. Acara itu turut dihadiri mantan pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri.

Tak hanya Indra, puluhan penggemar sepakbola memadati lokasi dengan mengenakan atribut tim nasional favorit masing-masing.

Meski pertandingan berlangsung pada pukul 02.00 WIB, semangat para penonton tidak surut. Sorak sorai terdengar setiap kali kedua tim menciptakan peluang berbahaya.

Suasana semakin meriah ketika Spanyol berhasil mencetak gol. 

Pendukung La Roja bersorak gembira hingga peluit panjang dibunyikan, menandai kemenangan Spanyol 2-0 atas Prancis lewat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Meski menjagokan Prancis, Indra harus menerima kenyataan tim favoritnya gagal melangkah ke final setelah tumbang 2-0.

Namun, bagi pelatih berusia 63 tahun itu, hasil pertandingan bukanlah satu-satunya hal yang menarik untuk diamati.

Setiap pertandingan Piala Dunia, menurut Indra, selalu menyimpan pelajaran yang berharga bagi para pelatih.

“Ya, banyak pembelajaran yang kita lihat dari pertandingan-pertandingan di Piala Dunia, mulai dari babak grup sampai semifinal. Kita melihat bahwa kepelatihan sekarang sangat berkualitas. Saya juga melihat organisasi permainan tim-tim peserta hampir mirip,” ujar Indra Sjafri usai Nobar, Rabu (15/7/2026).

Ia menilai perkembangan sepakbola modern membuat hampir semua tim memiliki organisasi permainan yang rapi.

Perbedaannya kini terletak pada kemampuan individu pemain dalam memecahkan kebuntuan.

“Tinggal bagaimana di dalam tim itu ada pemain yang bisa memecahkan kebuntuan. Contohnya di Argentina ada Messi. Tadi ada Mbappe, tetapi Mbappe tidak berjalan sesuai harapan. Namun, pemain-pemain yang memiliki kemampuan individu tetap menjadi solusi bagi pelatih untuk memecahkan kebuntuan,” terangnya

Bagi Indra, Piala Dunia tidak berhenti saat peluit panjang dibunyikan.

Turnamen terbesar sepakbola itu justru menjadi laboratorium bagi para pelatih untuk mempelajari perkembangan taktik dan strategi terbaru.

Ia menjelaskan, setiap selesai Piala Dunia, FIFA selalu menerbitkan technical report yang berisi analisis lengkap mengenai tren permainan yang berkembang selama turnamen.

“Karena setiap akhir Piala Dunia selalu ada technical report yang dibuat FIFA. Laporan itu menjadi acuan tren sepak bola dunia. Jadi, kita bisa melihat seperti apa tren sepak bola pada 2026 ini,” ucapnya.

Tak hanya pertandingan di lapangan yang menarik perhatian Indra.

Fenomena nonton bareng yang menjamur di berbagai daerah juga menjadi bukti besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.

Menurutnya, setiap orang datang ke acara nobar dengan cara menikmati pertandingan yang berbeda-beda.

“Bagus. Nobar ada di mana-mana. Saya pikir setiap orang yang mengikuti nobar memiliki sudut pandang yang berbeda. Pelatih melihat pertandingan dari sisi kepelatihan, pengamat punya pandangan sendiri, begitu juga suporter. Jadi semuanya memiliki persepsi masing-masing," tuturnya.

Sepanjang pertandingan, suasana di lokasi nobar tak pernah benar-benar hening.

Ketika Prancis membangun serangan, pendukung Les Bleus berdiri dari kursinya sambil berharap gol tercipta.

Sebaliknya, setiap kali Spanyol menguasai bola, giliran pendukung La Roja yang bersorak memberi semangat.

Ketika gol pertama Spanyol bersarang ke gawang Prancis, ruangan seketika bergemuruh. Sebagian penonton berpelukan merayakan keunggulan, sementara pendukung Prancis hanya bisa menggelengkan kepala. 

Gol kedua semakin memastikan pesta kecil itu menjadi milik pendukung Spanyol.

Bagi sebagian orang, semifinal Piala Dunia hanyalah pertandingan yang berlangsung 90 menit. Namun bagi Indra Sjafri, pertandingan itu adalah ruang belajar. 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.