TRIBUNNEWS.COM - Timnas Prancis dipastikan memasuki era baru setelah Didier Deschamps mengakhiri masa kepemimpinannya usai Piala Dunia 2026 dengan Zinedine Zidane disebut sebagai sosok yang akan mengambil alih kursi pelatih Les Bleus.
Kekalahan 0-2 dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (14/7/2026) dini hari WIB, menjadi penutup perjalanan Prancis mengejar gelar dunia sekaligus menandai pertandingan terakhir Deschamps di fase utama turnamen.
Deschamps masih akan mendampingi Les Bleus pada laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris atau Argentina yang sekaligus menjadi pertandingan perpisahannya setelah 14 tahun menangani tim nasional.
Pergantian pelatih tersebut menjadi akhir dari salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Prancis mengingat Deschamps mampu membawa Les Bleus konsisten bersaing di turnamen-turnamen besar.
Football Enthusiast Bayu Ajianto menilai salah satu keberhasilan terbesar Deschamps bukan hanya menghadirkan prestasi, tetapi juga membangun permainan kolektif di tengah banyaknya pemain bintang yang dimiliki Prancis.
"Salah satu keberhasilan Didier Deschamps itu bukan sekadar membuat Prancis lebih tajam, tapi bagaimana dia bisa membuat semua pemain bintang di sana bermain untuk tim," kata Bayu Ajianto dalam Podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Pandangan tersebut mencerminkan fondasi yang ditinggalkan Deschamps sebelum tongkat estafet kepelatihan berpindah ke tangan pelatih baru.
Merangkum FOX Sports, Deschamps mulai menangani Timnas Prancis pada 2012 dan sukses membawa Les Bleus memasuki periode paling stabil dalam sejarah modern mereka.
Selama berada di bawah arahannya, Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia dan meraih trofi UEFA Nations League 2021.
Selain itu, Les Bleus juga berhasil mencapai final Euro 2016 dan Piala Dunia 2022, meski harus puas menjadi runner-up pada kedua kesempatan tersebut.
Catatan Deschamps di ajang Piala Dunia juga sangat mengesankan dengan koleksi 20 kemenangan yang menjadi rekor terbanyak bagi seorang pelatih dalam sejarah turnamen tersebut.
Ia juga membukukan 10 kemenangan di fase gugur Piala Dunia, jumlah yang belum mampu disamai pelatih lain.
Baca juga: Prancis Tersingkir, Keran Gol Mbappe Macet: Momentum Messi Pertegas Status di Piala Dunia
Rangkaian pencapaian itu membuat Deschamps dikenang sebagai sosok yang mengembalikan Prancis menjadi langganan kandidat juara di setiap turnamen besar.
Meski gagal menutup masa baktinya dengan trofi Piala Dunia 2026, warisan yang ditinggalkannya tetap menjadi fondasi penting bagi generasi berikutnya.
Sejumlah laporan menyebut Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) telah menyiapkan Zinedine Zidane sebagai penerus Deschamps.
"Zidane bahkan telah mencapai kesepakatan secara lisan dengan FFF untuk menjadi pelatih baru Timnas Prancis mulai musim panas tahun ini," bunyi laporan ESPN.
Kini, kedua belah pihak hanya tinggal menyelesaikan detail akhir kontrak sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Sinyal pergantian pelatih sebenarnya sudah muncul ketika Presiden FFF, Philippe Diallo, mengungkapkan bahwa federasi telah menentukan sosok pengganti Deschamps.
Meski saat itu Diallo tidak menyebut nama Zidane secara terbuka, mantan pelatih Real Madrid tersebut memang sudah lama menjadi kandidat terkuat untuk menangani Les Bleus.
Zidane terakhir kali melatih Real Madrid pada 2021 setelah sebelumnya sukses mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun bersama Los Blancos.
Sebelum dipercaya menangani tim utama Real Madrid, pria berusia 54 tahun itu juga sempat melatih Real Madrid Castilla pada periode 2014 hingga 2016.
Dengan rekam jejak tersebut, Zidane diyakini memiliki kapasitas untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun Deschamps sekaligus membawa Prancis kembali memburu gelar juara.
(Tribunnews.com/Niken)