TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kulon Progo sama sekali tidak mendapatkan pelajar baru di Tahun Ajaran Baru 2026/2027 ini.
Meski tanpa pelajar baru, sejumlah SD tersebut tetap mencoba bertahan dengan pelajar yang ada.
Seperti yang terjadi di SD Negeri Pendem, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo.
Sekolah ini sama sekali tidak mendapat pelajar baru di tahun ini.
"Jadi sampai saat ini untuk Kelas 1 kosong tidak ada pelajar sama sekali, kekurangan 1 rombel (rombongan belajar)," kata Guru Kelas 6 SDN Pendem, Nugraheni Werdyaningsih ditemui pada Rabu (15/07/2026).
Padahal pihak sekolah sudah gencar melakukan sosialisasi ke Taman Kanak-kanak (TK) sekitarnya.
Salah satu TK terdekat berhasil meluluskan 30 anak di tahun ini, namun tidak ada dari mereka yang mendaftar ke SDN Pendem.
Namun, Nugraheni sudah memprediksi akan terjadi kekurangan pelajar baru.
Sebab pihaknya sudah berkoordinasi dengan para dukuh yang masih dalam zona wilayah.
Hasilnya, ada beberapa pedukuhan yang memang tidak ada anak usia sekolah sama sekali.
"Selain itu karena faktor orang tua dalam memilih sekolah untuk anak, yang memang jadi hak mereka," ujarnya.
Setidaknya ada lima SD di Kalurahan Sidomulyo, termasuk SDN Pendem.
Nugraheni mengatakan semua SD mengalami kekurangan pelajar baru, namun untuk SDN Pendem sama sekali tidak mendapat pelajar baru di tahun ini.
Jumlah pelajar di SDN Pendem tiap tahunnya cenderung fluktuatif, meski tren penurunan sudah dirasakan sejak tahun lalu.
Sebab angkatan 2025/2026 yang sekarang naik ke Kelas 2 hanya ada 2 pelajar.
Selanjutnya untuk Kelas 3 dan 4 masing-masing ada 13 pelajar, Kelas 5 ada 16 pelajar, dan Kelas 6 hanya ada 6 pelajar.
Baca juga: Disdikpora Kulon Progo Tegaskan MPLS Harus Bebas dari Praktik Perploncoan Hingga Kekerasan
Meski tidak ada pelajar baru, SDN Pendem tetap melaksanakan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dengan pelajar yang ada.
"MPLS tetap kami isi dengan berbagai kegiatan edukatif, bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Puskesmas dan Polres Kulon Progo," jelas Nugraheni.
Padahal, SDN Pendem termasuk salah satu sekolah berprestasi.
Salah satunya pernah menjadi Juara I Nasional untuk Lomba Mading di 2017. Prestasi juga diraih dari bidang keagamaan serta olahraga, termasuk rajin mengikuti MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an).
Nugraheni juga mengungkapkan hasil TKA (Tes Kemampuan Akademik) di tahun ini juga masuk ke peringkat 6 tingkat kapanewon.
Ia pun berharap berbagai prestasi itu bisa menjadi pertimbangan bagi para orang tua untuk mendaftarkan anaknya ke SDN Pendem.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Disdikpora Kulon Progo terkait masalah ini, semoga segera ada solusinya," katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto mengatakan tahun ini ada 7 SD yang sama sekali tidak mendapat pelajar baru.
Empat sekolah di antaranya merupakan SD negeri, sedangkan tiga lainnya adalah SD swasta.
Menurutnya, kondisi ini terjadi salah satunya disebabkan oleh tren penurunan angka kelahiran di berbagai kapanewon.
Penurunan itu praktis membuat jumlah anak usia sekolah di Kulon Progo juga semakin berkurang.
"Kami memang sudah memprediksi bahwa kursi di SD tidak sepenuhnya terisi, bahkan ada yang tidak mendapat pelajar baru sama sekali," ujar Nur Hadi. (*)