5 Fakta Antrean Panjang Kendaraan Isi Solar di Manado, Sebabkan Macet Hingga Diprotes Warga
Alpen Martinus July 15, 2026 07:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Naiknya harga BBM non subsidi diduga menjadi penyebab banyaknya antrean kendaraan.

Juga stok BBM bersubsidi. Paling banyak kendaraan yang antre di SPBU di Manado adalah kendaraan besar berbahan bakar solar.

Sejumlah terkait fenomena tersebut.

1. Satpol PP Manado mulai tertibkan

Pemerintah Kota Manado perlahan mulai ambil tindakan terhadap kendaraan yang antre solar.

Tindakan yang diambil berupa pengempisan ban kendaraan.

Pengempisan ban dilakukan oleh Dishub dan Sat Pol PP kota Manado, disebutnya belum cukup. 

Baca juga: Antrean Solar di SPBU Manado Bikin Resah Warga, Usaha Terganggu, Trotoar Rusak

"Esoknya mereka kembali lagi," kata Kasat Pol PP Manado Novel Siwi.

Ia berharap ada langkah lebih tegas lagi agar antrian solar kendaraan tidak merugikan para pengusaha serta UMKM. 

2. Rusak trotoar dan macet

Dia juga menyoroti aksi parkir tersebut yang kadang memakai trotoar. 

Akibatnya orang pengguna trotoar justru musti jalan di badan jalan. 

"Dan ujung ujungnya, trotoar rusak," kata dia. 

Amatan Tribunmanado.com, antrian kendaraan solar di SPBU juga menyebabkan kemacetan. 

Jalanan menyempit karena kendaraan yang parkir memakai badan jalan. 

Di SPBU Kairagi depan Taman Makam Pahlawan, sejumlah sudut jalan dipasangi larangan parkir. 

Kendaraan parkir di luar area tersebut. 

Kasat Pol PP Manado Novel Siwi menyebut pihaknya melakukan pengempisan ban kendaraan yang parkir di trotoar. 

Sebut dia, sejumlah trotoar rusak gara gara jadi tempat parkir sejumlah kendaraan berat yang antre BBM. 

"Ini akan terus kami lakukan," katanya.

3. Antrean solar lebih banyak

Belakangan memang antrean kendaraan yang akan mengisi BBM jenis solar kembali terjadi.

Bahkan kini lebih panjang lagi, sehingga tak jarang pengemudi tidur di mobil.

Harga solar bersubsidi saat ini Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite: Rp 20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp 21.650 per liter, perbedaan cukup jauh.

Sehingga wajar jika pengemudi rela antre cukup lama untuk membeli solar bersubsidi.

4. Warga protes

Namun antrean kendaraan mengantre solar kendaraan di SPBU memicu protes keras masyarakat. 

Antrean tersebut dinilai menimbulkan kemacetan, merusak trotoar hingga mengganggu usaha perekonomian. 

Hendi, warga Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, provinsi 

Sulut menyebut antrean kendaraan di seputaran SPBU Politeknik membuat pelanggan terhalang masuk ke tokonya. 

"Mereka parkir di badan jalan depan toko hingga menghalangi pelanggan, akibatnya pelanggan saya komplain karena sulit parkir depan toko," kata dia kepad Tribunmanado.com, Rabu (15/7/2026). 

5. Parkir seenaknya

Dikatakannya, para supir truk yang antre solar kadang parkir kendaraan seenaknya di badan jalan, lalu meninggalkannya begitu saja. 

Dikutip dari Kompas.com Daftar harga BBM Pertamina hari ini 15 Juli 2026:

Dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, berikut rincian harga BBM hari ini yang berlaku di SPBU Pertamina di berbagai wilayah Indonesia per Rabu, 15 Juli 2026:

- Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung

Pertamax: Rp 16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp 19.750 per liter
Dexlite: Rp 20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp 21.650 per liter

- Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau

Pertamax: Rp 17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp 20.150 per liter
Dexlite: Rp 20.550 per liter
Pertamina Dex: Rp 22.100 per liter

- FTZ Sabang

Pertamax: Rp 15.250 per liter
Dexlite: Rp 18.450 per liter

- FTZ Batam

Pertamax: Rp 15.500 per liter
Pertamax Turbo: Rp 18.350 per liter
Dexlite: Rp 18.700 per liter
Pertamina Dex: Rp 20.100 per liter

- DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur

Pertamax: Rp 16.250 per liter
Pertamax Green 95: Rp 17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp 19.300 per liter
Dexlite: Rp 19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp 21.150 per liter

- Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur

Pertamax: Rp 16.250 per liter
Pertamax Turbo: Rp 19.300 per liter
Dexlite: Rp 19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp 21.150 per liter

- Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur

Pertamax: Rp 16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp 19.750 per liter
Dexlite: Rp 20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp 21.650 per liter

- Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara

Pertamax: Rp 17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp 20.150 per liter
Dexlite: Rp 20.550 per liter
Pertamina Dex: Rp 22.100 per liter

 - Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat

Pertamax: Rp 16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp 19.750 per liter
Dexlite: Rp 20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp 21.650 per liter

- Maluku dan Maluku Utara

Pertamax: Rp 16.650 per liter
Dexlite: Rp 20.150 per liter

- Papua

Pertamax: Rp 16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp 19.750 per liter
Dexlite: Rp 20.150 per liter

- Papua Barat dan Papua Barat Daya

Pertamax: Rp 16.650 per liter
Dexlite: Rp 20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp 21.650 per liter

- Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan

Pertamax: Rp 16.650 per liter
Dexlite: Rp 20.150 per liter
 
Sementara itu, harga bahan bakar minyak subsidi masih belum mengalami perubahan hingga 15 Juli 2026 sebagai berikut:

Pertalite: Rp 10.000 per liter
Biosolar: Rp 6.800 per liter

Itulah harga BBM hari ini, Rabu (15/7/2026). Masyarakat dapat mengecek perkembangan harga BBM Pertamina hari ini melalui aplikasi MyPertamina maupun kanal resmi Pertamina untuk mengetahui apabila terdapat penyesuaian harga terbaru. (ART/KOMPAS) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.