Cegah Kriminalitas Geng Motor, Pemkab Batang Hari Jambi Bakal Gandeng Polisi hingga Orang Tua
Nurlailis July 15, 2026 06:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pemerintah Kabupaten Batang Hari bergerak cepat mengantisipasi maraknya aktivitas geng motor yang berpotensi mengarah pada tindakan kriminal. 

Langkah preventif ini dilakukan dengan menyusun rencana aksi bersama yang melibatkan kepolisian, Dinas Pendidikan, pihak sekolah, hingga peran aktif orang tua.

Bupati Batang Hari, MHD Fadhil Arief menyatakan dalam waktu dekat pihak pemerintah daerah akan segera menggelar rapat koordinasi (rakor) khusus. 

Baca juga: Cegah Kriminalitas Jalanan, Pemkab Merangin Dan Polres Merangin Jambi Kompak Tolak Geng Motor

Agenda tersebut bertujuan untuk menyusun langkah-langkah pembinaan terpadu agar generasi muda di Bumi Serentak Bak Regam memiliki lingkungan pergaulan yang positif.

Ia menilai, para remaja pada dasarnya memang membutuhkan ruang untuk berkomunitas dan berinteraksi dengan teman sebaya. 

Oleh sebab itu, pendekatan yang dilakukan harus menyasar pada penguatan pemahaman agar mereka memilih kelompok yang membawa dampak baik.

"Remaja ini butuh komunitas. Karena itu, yang perlu kita bangun adalah pemahaman agar mereka bergabung dalam komunitas yang memberi dampak positif bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan keberadaan geng motor tidak selalu identik dengan aksi balap liar. Banyak dari kelompok tersebut awalnya hanya menjadikan sepeda motor sebagai sarana berkumpul dan bersosialisasi. 

Namun, persoalan serius mulai muncul ketika aktivitas perkumpulan itu berkembang menjadi tindakan kriminal.

Untuk memutus rantai potensi kriminalitas tersebut, Pemkab Batang Hari akan menggandeng Dinas Pendidikan agar sekolah turut mengambil peran memberikan pembinaan kepada para siswa. Pengawasan ketat dari orang tua juga menjadi benteng utama di rumah.

"Kita gandeng Dinas Pendidikan agar sekolah memberikan pembinaan. Selain itu, orang tua juga diharapkan berperan aktif mengawasi anak-anak yang mulai bergabung dengan kelompok yang belum memiliki arah kegiatan yang positif," ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Batang Hari juga tetap berupaya memfasilitasi minat otomotif generasi muda melalui wadah yang lebih terarah. 

Pemerintah berencana menggelar event otomotif resmi, serta memanfaatkan lintasan di depan KONI Batang Hari sebagai tempat latihan alternatif meski dengan fasilitas terbatas.

Ia menekankan, pembangunan sirkuit balap bukanlah solusi utama dan tunggal untuk menyelesaikan fenomena geng motor ini.

"Pembangunan sirkuit bukan solusi utama. Yang paling penting adalah bagaimana kita membentuk karakter dan memberikan pemahaman kepada anak-anak muda tentang cara berinteraksi, berkumpul, serta menyalurkan hobi secara positif tanpa melanggar hukum," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.