TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Cuaca panas yang dirasakan masyarakat Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur dalam beberapa hari terakhir merupakan dampak mulai masuknya musim kemarau di Kalimantan Timur atau yang dikenal dengan El Nino.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi tersebut dipengaruhi oleh menurunnya curah hujan, sehingga intensitas penyinaran matahari menjadi lebih dominan, Rabu (15/7/2026).
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Huda Absor Mukhsinin, mengatakan musim kemarau di Kalimantan Timur telah berlangsung secara bertahap.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kaltim Hari Ini dan Besok 15-16 Juli 2026: IKN Hujan Petir, Balikpapan Berawan
Kondisi ini menyebabkan cuaca pada siang hari terasa lebih terik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
"Karena kita sudah memasuki musim kemarau, pasokan curah hujan menurun sehingga cuaca pada siang hari terasa lebih panas. Kondisi ini juga menyebabkan jumlah titik panas di wilayah Kalimantan Timur mulai meningkat," ujarnya.
Meski demikian, Huda menjelaskan fenomena El Nino yang saat ini masih berkembang belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Balikpapan. Pengaruhnya diperkirakan baru akan meningkat dalam dua hingga tiga bulan mendatang.
"Perkiraan kami dampak El Nino mulai meningkat pada September, Oktober hingga November. Sementara puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus. Jika intensitas El Nino bertambah kuat, maka musim kemarau berpotensi berlangsung lebih lama," jelasnya.
BMKG juga mencatat tren peningkatan titik panas di Kalimantan Timur selama Juli hingga Agustus sebagai dampak berkurangnya curah hujan. Namun, BMKG menegaskan keberadaan hotspot tidak selalu menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan.
"Titik panas hanya menunjukkan lokasi yang memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan wilayah di sekitarnya. Jadi tidak selalu berarti terjadi kebakaran hutan dan lahan, tetapi menjadi indikator adanya potensi yang perlu diwaspadai," katanya.
Seiring cuaca panas yang diperkirakan masih berlangsung hingga puncak musim kemarau pada Agustus, BMKG mengimbau masyarakat Balikpapan agar menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memicu kebakaran.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memantau informasi prakiraan cuaca terbaru, mengingat kondisi atmosfer masih dapat berubah sewaktu-waktu meski saat ini Kalimantan Timur telah memasuki musim kemarau. (*)