Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Kisah tragis menyelimuti kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga unit kendaraan truk di jalur poros Madura, tepatnya di Jalan Raya Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Rabu (15/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Niat mulia seorang sopir minibus berinisial H (35), warga Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, untuk menolong korban kecelakaan justru berakhir memilukan.
Korban H tewas seketika di lokasi kejadian setelah korban diseruduk truk Fuso trailer saat ia tengah berjalan kaki mendekati titik tabrakan.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, membenarkan insiden nahas tersebut. Ia menjelaskan bahwa minibus yang dikemudikan oleh korban H sebenarnya sama sekali tidak terlibat dalam rangkaian tabrakan beruntun tiga truk itu.
Baca juga: Polisi Tetapkan Tersangka Ke-6 Kasus Solar Picu Kecelakaan di Bangkalan, Sita 247 Jerigen
"Awalnya laju minibus yang dikemudikan korban H menepi ke bahu jalan setelah melihat ada tabrakan. Jiwa penolongnya muncul, korban turun dari kendaraannya bermaksud memberikan pertolongan kepada korban luka-luka di depannya. Namun nahas, dari arah belakang, korban yang sedang berjalan kaki di jalan raya justru tertabrak kendaraan besar lain," ungkap Ipda Agung Intama saat dikonfirmasi, Rabu sore.
Tragedi ini bermula saat truk Toyota Dyna bernopol H 9646 FA yang dikemudikan oleh ITW (33), warga Kecamatan Krian, Sidoarjo, melaju dari arah barat (arah Surabaya menuju Sampang).
Sesampainya di TKP Jalan Raya Desa Paterongan, truk Dyna tersebut mendadak kehilangan kendali dan menyeruduk pantat truk Mitsubishi Colt Diesel bernopol M 8919 UN yang berada tepat di depannya.
Benturan keras tersebut mengakibatkan sopir dan kernet truk Dyna terjepit kabin dan mengalami luka-luka. Melihat insiden tersebut, korban H yang kebetulan melintas langsung berinisiatif memarkirkan minibusnya untuk mengevakuasi korban luka.
Nahas, di saat bersamaan dari arah barat, meluncur satu unit truk Fuso trailer bernopol L 8629 UW yang dikemudikan oleh AS (38), warga Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
Diduga karena jarak yang sudah terlalu dekat dan kondisi gelap, truk trailer tersebut langsung menyambar tubuh H yang sedang berjalan kaki di jalan raya, hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi.
"Tiga truk yang terlibat laka beruntun ini semuanya melaju searah dari barat ke timur. Akibat peristiwa ini, satu orang (sopir minibus) meninggal dunia di lokasi, sementara dua orang lainnya dari truk Dyna mengalami luka ringan," papar Agung.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi oleh Unit Laka Lantas Satlantas Polres Bangkalan, kecelakaan beruntun ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian manusia (human error).
"Dugaan sementara, sopir truk Toyota Dyna mengalami micro sleep atau tertidur sesaat saat memegang kemudi, sehingga kehilangan konsentrasi dan langsung menabrak kendaraan di depannya," terang Ipda Agung.
Merujuk pada fatalnya dampak dari kelelahan berkendara, Polres Bangkalan mengimbau dengan sangat agar para pengguna jalan, terutama sopir angkutan barang dan kendaraan umum yang melintasi jalur Madura, untuk mengutamakan keselamatan daripada kecepatan.
"Kami mengimbau keras kepada seluruh pengendara, tolong jangan memaksakan diri jika kondisi fisik sudah lelah atau mengantuk. Segera tepikan kendaraan di area padat penduduk yang aman, atau silakan manfaatkan fasilitas di kantor polsek terdekat di sepanjang jalur untuk beristirahat," pungkasnya.