31 Tahun Berkarya, Wayang Band Tetap Eksis dengan Personil Baru, Kini Lebih Ngerock
Ayu Miftakhul Husna July 15, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Setelah lebih dari tiga dekade berkarya di industri musik Indonesia, Wayang Band membuktikan eksistensinya dengan memasuki babak baru. 

Band yang dikenal lewat lagu-lagu populer seperti Damai, Dongeng, dan Tak Selamanya kini hadir dengan formasi anyar sekaligus warna musik yang lebih rock dibandingkan karya-karya mereka sebelumnya.

Perjalanan Wayang dimulai pada 11 Juni 1995. Sejak kemunculannya di akhir 1990-an, grup musik asal Bekasi, Jawa Barat, itu berhasil mencuri perhatian lewat lagu-lagu pop yang mudah diterima penikmat musik Indonesia. 

Meski sempat mengalami pergantian personel dan vakum, Wayang memilih untuk terus melanjutkan perjalanan musiknya. 

Kini, Wayang diperkuat oleh Taurin (vokal), Odji (bass), Ilham (gitar), dan Farid (drum). 

Kehadiran personel baru membawa energi segar tanpa menghilangkan identitas yang telah melekat pada nama Wayang selama puluhan tahun.

Sebagai penanda era baru, Wayang merilis single "Mati Aku Mati" pada Maret 2026 lalu.

Lagu tersebut diciptakan oleh sang gitaris Ilham, yang terinspirasi dari kisah yang dialaminya.

Ilham menyebut aransemen lagu awalnya berupa akustik hingga akhirnya dijadikan versi rock oleh Wayang.

"Ini tentang cinta mati, ini sebenarnya produksian udah lama banget 2007 nulisnya, cuman akustik-akustik biasa gitu," kata Ilham dalam podcast YouTube Tribunnews Si Paling Seleb, dikutip Rabu (15/7/2026).

Sedangkan menurut Odji, personil lama yang masih bertahan sejak awal berdirinya band, perubahan genre musik Wayang ini yakni sekaligus menyesuaikan karakter dari vokalis baru, Taurin.

Baca juga: Personel Band Perunggu Kompak Resign sebagai Pekerja Kantoran

Selain itu, Wayang juga ingin terlihat lebih berbeda dari sebelumnya dengan formasi yang baru.

"Kurang lebih menyesuaian vokalis, kenapa akhirnya sebetulnya sih atas ide semua kita brainstorming kita bareng gimana nih karena ingin Wayang formasi sudah beda, logo beda, musik juga inginnya beda gitu," ujar Odji.

Diakui sang vokalis Taurin, dirinya sejak awal memang tertarik dan sering membawakan lagu-lagu rock sebelum bergabung dengan Wayang.

Meski sempat ingin meninggalkan dunia rock, namun pada akhirnya ia bergabung dengan Wayang dan harus membawakan musik yang ia sukai dahulu.

"Dulu memang sering ke arah rock sih. Padahal sebelumnya sempat bilang mau ngeband tapi nggak mau yang ngerock-ngerock deh, eh ngerock-ngerock lagi," terang Taurin. 

BAND WAYANG - Personel band Wayang berbincang dalam siniar Si Paling Seleb di Studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, mereka memperkenalkan formasi baru Wayang sekaligus menceritakan proses kreatif di balik single terbaru berjudul Mati Aku Mati yang hadir dengan aransemen musik lebih rock.
BAND WAYANG - Personel band Wayang berbincang dalam siniar Si Paling Seleb di Studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, mereka memperkenalkan formasi baru Wayang sekaligus menceritakan proses kreatif di balik single terbaru berjudul Mati Aku Mati yang hadir dengan aransemen musik lebih rock. (Tribunnews.com/Dok Tribunnews)

Bagi Wayang, perubahan bukan berarti meninggalkan akar musik yang telah membesarkan nama mereka. 

Sebaliknya, evolusi tersebut menjadi bentuk adaptasi terhadap perkembangan industri musik yang terus berubah, sekaligus menunjukkan bahwa band yang telah berusia 31 tahun ini masih memiliki semangat untuk terus berkarya.

"Ada langkah dari kita sepakat kita ngeluarin masih dengan cara yang lama mungkin orang-orang akan sedikit gitu."

"Karena kita ngelihat dari yang sebelumnya juga wayang ini kan dari 2004 sampai 2005 itu sudah sempat rilase single juga ya, tapi terlihat kurang, enggak terdengar luas lah."

"Terus memilih rock begini ada tujuan untuk marketing kali ya," ungkap sang drummer, Farid.

"Seperti strategi biar orang kayak nengok gitu," timpal Odji.

Dengan pengalaman panjang dan semangat baru, Wayang berharap dapat terus menghadirkan karya-karya yang relevan bagi penikmat musik lintas generasi. 

Transformasi ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berinovasi dan menjaga eksistensi di tengah persaingan industri musik Indonesia.

(Tribunnews.com/Ifan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.