‘Prancis menghadapi tim terbaik di dunia’ - Luis de la Fuente akui Spanyol merasa ‘tak terkalahkan’ usai kemenangan dominan di semifinal Piala Dunia
Hendra Wijaya July 15, 2026 07:58 PM

Luis de la Fuente memberikan peringatan keras kepada calon lawan Spanyol di final Piala Dunia, dengan menyatakan bahwa timnya saat ini merasa “tak terkalahkan” setelah kemenangan meyakinkan 2-0 atas Prancis di semifinal. Gol dari Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro di Arlington memastikan langkah La Roja ke partai puncak yang akan digelar di New York pada hari Minggu mendatang.

Prancis kembali merasakan kekecewaan melawan Spanyol

Efektivitas Spanyol menjadi pembeda utama di Arlington, ketika Oyarzabal mencetak gol lewat penalti di babak pertama sebelum Porro menggandakan keunggulan setelah jeda. Hasil ini menandai kemenangan ketiga beruntun Spanyol atas Prancis di babak semifinal turnamen besar. Setelah kemenangan yang terinspirasi oleh Lamine Yamal di Euro 2024 dan keberhasilan menyingkirkan Les Bleus di Liga Bangsa-Bangsa tahun lalu, Spanyol kembali menundukkan rival benua mereka di panggung dunia. La Roja kini menuju New York sebagai favorit kuat untuk mengangkat trofi untuk pertama kalinya sejak 2010.

De la Fuente puji dominasi Spanyol

De la Fuente melontarkan pujian tinggi untuk para pemainnya setelah Spanyol menyingkirkan Prancis, yang sebelumnya dijagokan menjadi juara, dalam penampilan yang disebutnya sebagai pertunjukan taktik sempurna. Kemenangan tersebut memperlihatkan betapa sulitnya Prancis menghadapi gaya bermain Spanyol.

“Kami merasa tak terkalahkan,” ujar De la Fuente kepada para jurnalis. “Mereka (Prancis) menghadapi tim terbaik di dunia. Kami memiliki keunggulan itu. Para pemain ini pantas mendapatkan segalanya karena setiap hari mereka menunjukkan komitmen, kemurahan hati, solidaritas, dan bakat mereka. Menyaksikan mereka bermain sungguh luar biasa. Hari ini adalah sebuah pertunjukan. Apa yang tampak sulit, tim ini membuatnya terlihat mudah.”

Rekor luar biasa berlanjut

Kemenangan atas Les Bleus bukan hanya memastikan tempat di final, tetapi juga menorehkan sejarah baru bagi Spanyol. Dengan kembali menghindari kekalahan, La Roja memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi 37 pertandingan, menyamai rekor sepanjang masa sepak bola internasional pria di Eropa yang sebelumnya dipegang Italia antara tahun 2018 dan 2021.

Pencapaian ini semakin luar biasa mengingat Spanyol memulai turnamen dengan hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde. Namun, kemenangan meyakinkan atas Portugal, Belgia, dan kini Prancis membuktikan bahwa pasukan De la Fuente mencapai performa puncak pada saat yang tepat. Sang pelatih menjelaskan: “Kami tahu kami harus berkembang sedikit demi sedikit. Kami ingin memenangkan pertandingan pertama, tetapi ini adalah proses. Kami merencanakan segalanya agar mencapai momen kunci dalam kondisi terbaik. Saat ini kami berada dalam bentuk terbaik dan secara permainan kami telah mencapai level tertinggi.”

Menunggu Inggris atau Argentina

Spanyol kini menanti pemenang dari semifinal kedua antara Inggris dan Argentina. Jika bertemu Albiceleste, maka juara Eropa akan menghadapi juara dunia bertahan, sementara jika bertemu Three Lions, itu akan menjadi ulangan final Euro 2024 yang digelar di Jerman dua tahun lalu.

Saat ditanya mengenai lawan yang diinginkannya di final hari Minggu, De la Fuente tetap diplomatis namun mengungkapkan rasa hormat dan kedekatannya terhadap kedua calon lawan tersebut. “Saat ini kami tidak memiliki preferensi,” ujarnya. “Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Saya akan sangat senang menghadapi Argentina karena saya bersahabat dekat dengan Lionel Scaloni, tapi saya juga sangat menyukai Inggris. Kami akan menyambut siapa pun dengan tangan terbuka.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.