Program TMMD ke-129 di Desa Deniang, TNI-Pemkab Buka Jalur Ekonomi Baru 
Ajie Gusti Prabowo July 15, 2026 06:44 PM

RIAUSILIP, BABEL NEWS - Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Deniang, Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka, resmi bergulir, Rabu (15/7) pagi. Pembukaan TMMD ke-129 ini, ditandai dengan apel gabungan di lapangan bola belakang Kantor Desa Deniang dengan dihadiri langsung Bupati Bangka, Wakil Bupati, Danrem 045 Garuda Jaya, Dandim 0413 Bangka dan tamu undangan lainnya.

Bupati Bangka, Fery Insani, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini dan program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana kolaborasi lintas sektor yang sangat efektif.

"TMMD ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi, di mana TNI menjadi leading sektornya, didukung oleh Pemkab Bangka dan disokong langsung oleh masyarakat. Hasilnya sangat luar biasa," kata Fery Insani.

Menurutnya, salah satu capaian nyata yang diapresiasi adalah pembukaan akses jalan baru. Jalur yang sebelumnya sulit dilalui kini telah menjadi jalan pintas (shortcut) yang lebih efisien bagi warga. Bagi Fery Insani, ini adalah solusi konkret terbaik untuk membuka aksesibilitas wilayah. 

Selain pembangunan infrastruktur jalan, TMMD ke-129 juga menyasar berbagai sektor krusial lainnya. Termasuk peningkatan layanan kesehatan dan kegiatan sosial pendukung lainnya.

Fery Insani menegaskan, program ini murni ditujukan untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat banyak. "Ini bukan hanya tentang jalan, ada kegiatan di bidang kesehatan dan sektor lainnya. Harapannya, program ini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan mereka," tegasnya.

Dengan adanya sinergi ini terus terjalin di tahun-tahun mendatang, Pemkab Bangka berkomitmen untuk terus mendukung program-program pembangunan. Khususnya, yang berdampak langsung bagi masyarakat demi kemajuan seluruh lapisan warga di Kabupaten Bangka dan sekitarnya.

Komandan Korem 045 Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi mengakui, program ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Dirinya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan program ini. Ia menyoroti sejumlah sasaran fisik utama yang akan dikerjakan selama pelaksanaan TMMD, termasuk pembangunan infrastruktur jalan.

"Yang kita bangun saat ini di antaranya adalah jalan sepanjang 9 kilometer dengan lebar 5 meter. Selain sasaran fisik tersebut, kita juga akan membangun sarana fisik lainnya seperti RTLH (rumah tidak layak huni), parit, dan sumur," jelas Nur Wahyudi.

Ia berharap, seluruh rangkaian kegiatan TMMD yang dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 ini dapat berjalan maksimal dan selesai tepat waktu. "Harapan saya, kita semua bisa bekerja sama antara TNI, masyarakat, dan instansi lainnya agar kegiatan ini berjalan maksimal sehingga tepat waktu. Target kita, pada 13 Agustus semua sasaran fisik sudah selesai," harapnya. (v1)

Akses Jalan Potong 9 Kilometer
WAJAH ceria terpancar dari masyarakat Desa Deniang, Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka, seiring dimulainya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di wilayahnya, Rabu (15/7). Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan solusi strategis bagi mobilitas warga yang selama ini harus memakan waktu cukup lama dan jarak tempuh lama.

Dengan adanya pembukaan akses jalan yang menghubungkan Desa Penyamun dan Desa Deniang, warga lebih dekat dan tidak memakan waktu yang cukup lama.

Kepala Desa Deniang, Akbar mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada Pemkab serta jajaran TNI. Baginya, TMMD adalah motor penggerak kesejahteraan masyarakat. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati serta jajaran TNI yang telah memberikan kepercayaan kepada Desa Deniang. TMMD ini adalah wujud nyata upaya menyejahterakan masyarakat kami," ungkap Akbar.

Poin paling krusial dari program ini adalah pembangunan jalan potong yang menjadi game changer bagi mobilitas warga. Sebelumnya, warga harus menempuh jarak sekitar 32 kilometer untuk menuju Penyamun. Kini, dengan adanya pembangunan jalan baru, jarak tersebut terpangkas drastis menjadi hanya 9 kilometer saja.

"Bayangkan dari 32 kilometer menjadi hanya 9 kilometer. Efisiensi yang dihasilkan dari jalan potong ini sangat luar biasa bagi warga kami," ucapnya.

Tak hanya akses jalan, TMMD ke-129 juga menyentuh berbagai sektor vital untuk meningkatkan kualitas hidup warga Desa Deniang. "Beberapa fasilitas yang tengah digarap antara lain memperbaiki sarana hunian warga agar lebih layak, pembangunan pos kamling untuk menjaga kondusivitas desa, peningkatan sarana kesehatan dan lapangan voli sebagai pusat kegiatan positif warga," bebernya.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai Juli hingga pertengahan Agustus mendatang ini, diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan. "Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh agar pengerjaan tuntas sesuai target, demi mewujudkan desa yang lebih maju dan terkoneksi," tegasnya. (v1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.