Jelang TC Timnas Futsal Putri, Kayla dan Amora Digembleng Pelatih Fisik dari Dispora Bengkulu
Ricky Jenihansen July 15, 2026 06:45 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan atlet muda daerah.

Dukungan tersebut diberikan kepada dua pesepak bola futsal putri asal Bengkulu, Kayla Zhavira Gustiawan dan Amora Safano Efendi, yang berhasil lolos seleksi Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri U-16 Indonesia.

Keberhasilan kedua atlet tersebut mendapat apresiasi dari Dispora Provinsi Bengkulu.

Melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Nopri Walihan, Dispora menyampaikan rasa bangga atas capaian yang berhasil diraih oleh Kayla dan Amora.

Suhardi mengatakan keberhasilan kedua atlet muda tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin berlatih, serta pembinaan yang telah dilakukan selama ini.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga dan pelatih, tetapi juga masyarakat Bengkulu.

“Kami mengapresiasi pencapaian Kayla dan Amora yang telah berhasil lolos seleksi Timnas Futsal Putri U-16 Indonesia. Dispora Provinsi Bengkulu akan terus memberikan dukungan agar mereka dapat berkembang dan mengharumkan nama Bengkulu di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Nopri saat dihubungi, Rabu (15/7/2026).

Dispora Siapkan Pembinaan Fisik

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dispora Provinsi Bengkulu telah menyiapkan program pembinaan fisik sebelum kedua atlet mengikuti Training Center (TC) Timnas Futsal Putri U-16 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.

Program pembinaan tersebut akan difokuskan pada peningkatan kebugaran dan kondisi fisik agar kedua atlet mampu menjalani program latihan nasional dengan optimal.

Dispora menggandeng pelatih fisik Sekolah Khusus Olahraga (SKO), Tian, yang juga merupakan pegawai Dispora Provinsi Bengkulu, untuk mendampingi proses latihan.

Melalui pembinaan tersebut, diharapkan Kayla dan Amora memiliki kesiapan fisik yang lebih baik sehingga mampu mengikuti seluruh agenda pemusatan latihan bersama Timnas dengan maksimal.

Selain aspek fisik, pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Dispora berharap para atlet muda potensial asal Bengkulu memperoleh dukungan yang memadai sejak dini sehingga mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

Keberhasilan Kayla Zhavira Gustiawan dan Amora Safano Efendi menembus skuad Timnas Futsal Putri U-16 Indonesia juga menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda asal Bengkulu memiliki kualitas dan potensi untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Provinsi Bengkulu agar semakin semangat menekuni olahraga, khususnya futsal, melalui latihan yang konsisten, disiplin, dan didukung pembinaan yang berkesinambungan.

Dengan dukungan dari pemerintah daerah, pelatih, keluarga, serta masyarakat, peluang atlet-atlet Bengkulu untuk terus mengukir prestasi di kancah nasional maupun internasional diharapkan semakin terbuka.

Keberhasilan Kayla dan Amora pun menjadi momentum positif bagi perkembangan olahraga prestasi di Provinsi Bengkulu, sekaligus memperkuat optimisme bahwa daerah ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membawa nama Bengkulu di tingkat nasional maupun dunia.

2 Siswi SMP di Bengkulu Ikuti TC Timnas

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet futsal putri asal Provinsi Bengkulu.

Dua pelajar SMPN 1 Kota Bengkulu, Kayla Zhavira Gustiawan dan Amora Shafano Haziga Efendi, berhasil lolos mengikuti Training Center (TC) Tim Nasional Futsal Putri Indonesia setelah melewati proses seleksi nasional.

Keduanya merupakan siswa kelas IX SMPN 1 Kota Bengkulu yang dibina oleh Klub Futsal D’Jueng Bengkulu.

Manajer Klub Futsal D’Jueng Bengkulu, Sastri, mengatakan perjalanan hingga kedua atlet tersebut dipanggil ke pemusatan latihan nasional berawal dari kompetisi yang diikuti klub sekitar dua hingga tiga tahun lalu.

Menurutnya, saat itu D’Jueng Bengkulu mengikuti kompetisi futsal yang diselenggarakan oleh Asosiasi Futsal Indonesia (AFI).

Turnamen tersebut diawali dari tingkat daerah, kemudian para juara daerah dipertandingkan kembali pada tingkat nasional.

“Dari kompetisi itu kami mulai melihat potensi atlet putri. Setelah mengikuti kejuaraan nasional, kami semakin fokus membina tim futsal putri karena persaingannya masih cukup terbuka dan peluang berprestasinya sangat besar,” ujar Sastri saat diwawancarai TribunBengkulu, Rabu (15/7/2026).

Fokus pembinaan tersebut membuahkan hasil.

Pada tahun 2025, D’Jueng Bengkulu berhasil mengharumkan nama Provinsi Bengkulu dengan meraih gelar juara nasional kategori duo pada turnamen AFI yang digelar di Bekasi.

Prestasi itu menarik perhatian jajaran pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia.

Ketua pelatih tim nasional kemudian meminta beberapa atlet putri dari Bengkulu mengikuti seleksi nasional yang digelar pada Juni 2026 lalu.

“Setelah menjadi juara nasional, ada beberapa atlet kami yang dipanggil mengikuti seleksi. Alhamdulillah, penampilan mereka sangat menonjol dibanding peserta dari berbagai daerah,” katanya.

Seleksi tersebut diikuti peserta dari berbagai provinsi, seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi, hingga Papua.

Dari beberapa atlet yang dikirim untuk seleksi, dua di antaranya berhasil lolos, yakni Kayla Zhavira Gustiawan dan Amora Shafano Haziga Efendi.

Sastri menjelaskan, dari seluruh peserta seleksi nasional hanya 40 atlet terbaik yang dinyatakan lolos mengikuti Training Center Tim Nasional Futsal Putri.

“Nantinya mereka akan menjalani training center sekitar satu bulan. Selama pemusatan latihan, para atlet akan mendapatkan pembinaan fisik, teknik, hingga taktik langsung dari jajaran pelatih tim nasional. Setelah itu akan kembali diseleksi untuk membentuk skuad Timnas Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, tim nasional yang terbentuk nantinya dipersiapkan untuk menghadapi agenda internasional, termasuk Piala AFF.

Keterbatasan Biaya

Di balik prestasi tersebut, Sastri mengakui perjalanan menuju tingkat nasional tidaklah mudah.

Klub harus menghadapi keterbatasan biaya, terutama untuk mengikuti berbagai kompetisi di luar daerah.

“Biaya akomodasi, transportasi, penginapan, hingga operasional cukup besar karena Bengkulu jauh dari lokasi pertandingan nasional. Kami berharap pemerintah daerah, Dispora, maupun KONI dapat memberikan dukungan agar atlet-atlet potensial ini bisa terus berkembang dan membawa nama Bengkulu di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Sastri juga mengungkapkan, salah satu asisten pelatih Timnas Indonesia sempat mempertanyakan mengapa atlet futsal asal Bengkulu terus menunjukkan prestasi pada setiap kompetisi nasional yang diikuti.

Menurutnya, kondisi Bengkulu justru menjadi keunggulan dalam mencetak atlet berbakat.

“Di Bengkulu tempat latihan masih banyak, klub futsal juga berkembang, bahkan anak-anak bisa berlatih di ruang terbuka seperti pantai. Waktu latihan juga lebih fleksibel dibanding kota-kota besar yang menghadapi kemacetan dan keterbatasan waktu,” katanya.

Ia meyakini kondisi tersebut membuat para atlet memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun karakter, kemampuan teknik, dan kondisi fisik sejak usia dini.

“Masih banyak bibit-bibit atlet yang terpendam di daerah. Kalau pembinaannya terus didukung, saya optimistis Bengkulu akan semakin banyak melahirkan pemain tim nasional,” tutup Sastri.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.