Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Ternyata Orangtua Siswa, Sempat Antar Anak ke Sekolah
Satrio Sarwo Trengginas July 15, 2026 07:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Pelaku teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ternyata memiliki anak yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Fakta tersebut diungkap Anton Sianipar, Ketua RT di lingkungan tempat tinggal pelaku bernama Maulana Yusuf (34).

Anton mengatakan, anak dari Maulana baru saja diterima sebagai siswa baru di SDN Srengseng Sawah 15.

"Ya, sebenarnya anak terduga pelaku ini Bapak Alan ini kan memang sudah diterima di sekolah SDN 15 Srengseng Sawah itu ya. Dan itu kan hari pertama kali sekolah. Untuk anaknya benar sekolah di situ," kata Anton di kediamannya, Rabu (15/7/2026).

Anton mengungkapkan, pelaku juga sempat mengantar anaknya ke sekolah pada hari yang sama ketika ia mengirim pesan teror ancaman bom.

"Kalau antar, iya, karena yang mengantar anaknya sekolah dia gitu. Setelah dia mengantar, baru dia beraktivitas gitu," ungkapnya.

Maulana juga diduga terlilit utang pinjaman online (pinjol).

Hal itu terungkap setelah ditegur oleh pihak Kelurahan Srengseng Sawah lantaran ada laporan melalui aplikasi JAKI terkait maraknya praktik pinjol di lingkungan RT yang dipimpinnya.

Setelah ditelusuri, laporan tersebut ternyata dibuat oleh Maulana sendiri yang belakangan diketahui sebagai pelaku teror ancaman bom.

"Setelah kejadian ini kita telusuri, ternyata yang melakukan laporan JAKI terkait pinjol itu dia sendiri. Karena dia banyak terjerat pinjol," kata Anton.

Anton mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah utang pinjol Maulana.

Namun, ia menduga beban utang tersebut cukup memengaruhi kondisi psikologis pelaku.

"Jumlahnya saya enggak tahu pasti. Mungkin itu cukup mengganggu dia karena tidak ada penghasilan, sementara dia punya kewajiban bayar pinjol. Mungkin di titik stres, saya juga enggak tahu," ujar Anton.

Selain pinjol, Anton menyebut Maulana juga diduga memiliki utang kepada bank keliling atau koperasi harian yang biasa beroperasi di lingkungan permukiman.

"Kalau dibilang ada sangkut paut sama pinjaman online, ya sama koperasi atau bank keliling juga ada," ucap Anton.

Di sisi lain, Anton menjelaskan bahwa Maulana tidak memiliki pekerjaan tetap. Maulana hanya sesekali membantu pekerjaan orangtuanya yang membuka jasa servis AC.

"Pelaku ini tidak punya pekerjaan tetap, cuman terkadang ikut orang tuanya sebagai jasa servis AC, cuci AC gitu," ungkap Anton.

Berita terkait

  • Baca juga: Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Terlilit Pinjol hingga Tak Punya Pekerjaan Tetap
  • Baca juga: Sosok Pelaku Teror Bom di SD Jaksel, Ketua RT Ngaku Sempat Ngobrol Malam Sebelum Kejadian
  • Baca juga: Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jadi Tersangka, Polisi Temukan 2 Alat Bukti

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.