Mason Greenwood resmi mengakhiri masa dua tahunnya di Stade Velodrome untuk memulai babak baru di Super Lig Turki bersama Fenerbahce. Penyerang asal Inggris itu menuntaskan kepindahannya ke Istanbul setelah Olympique de Marseille mengeluarkan pernyataan resmi yang menjelaskan alasan mereka menyetujui transfer tersebut, menandai berakhirnya periode produktifnya di Prancis.
Penjelasan Marseille Terkait Kepergian Greenwood
Olympique de Marseille mengonfirmasi melalui pernyataan resmi bahwa Greenwood telah pindah permanen ke Fenerbahce. Penyerang berusia 24 tahun itu tiba di Istanbul setelah dua musim bermain di Prancis selatan. Klub menjelaskan bahwa keputusan perpisahan ini merupakan hasil kesepakatan bersama kedua pihak setelah musim yang produktif bagi sang pemain.
Dalam pernyataan resminya, klub Ligue 1 tersebut menyampaikan rasa terima kasih mereka: “Olympique de Marseille mengumumkan transfer Mason Greenwood ke Fenerbahce. Bergabung pada musim panas 2024, Mason Greenwood mengenakan seragam Marseille selama dua musim. Keputusan ini merupakan hasil diskusi bersama antara pemain dan klub, yang sepakat untuk mengakhiri kerja sama mereka. Olympique de Marseille berterima kasih kepada Mason Greenwood atas dua musimnya bersama klub dan mendoakan kesuksesan di kariernya ke depan.”
Statistik Gemilang di Lapangan
Kinerja Greenwood di depan gawang tetap konsisten tinggi. Pada musim debutnya bersama Marseille, ia mencatatkan 22 gol dan enam assist dalam 36 penampilan, membantu tim finis di posisi kedua dan lolos ke Liga Champions. Ia melanjutkannya dengan musim 2025-26 yang lebih produktif lagi, mencetak 26 gol dan memberikan 11 assist dalam 45 pertandingan di semua kompetisi.
Kualitas teknisnya membuatnya menjadi salah satu pemain menonjol di Ligue 1, bahkan masuk nominasi lima finalis untuk penghargaan Pemain Terbaik UNFP musim tersebut. Meski sempat muncul laporan mengenai ketegangan internal, termasuk masalah disiplin dan perselisihan dengan mantan direktur olahraga OM, Medhi Benatia, pengaruh Greenwood di lapangan tetap tak terbantahkan. Marseille akhirnya memilih melepas aset berharganya itu saat nilai pasarnya berada di puncak.
Pernyataan Lorenzi
Direktur olahraga baru Marseille, Grégory Lorenzi, juga menanggapi kepergian Greenwood dalam konferensi pers pertamanya di klub pada Rabu, mengonfirmasi bahwa sang penyerang memang ingin pindah. Lorenzi mengatakan: “Saya rasa semua orang tahu kompleksitas situasi Greenwood terkait citra sang pemain. Tidak banyak opsi yang tersedia untuk Mason, tapi saya ingin menegaskan bahwa pemain tersebut ingin meninggalkan klub secepat mungkin.”
Ia melanjutkan: “Angka-angka yang beredar berasal dari pihak yang tidak memiliki informasi akurat. Yang bisa saya katakan, klub mendapatkan apa yang diinginkan. Kami sempat berpikir akan ada lebih banyak klub yang datang mengetuk pintu, namun akhirnya pilihan terbaik adalah klub yang benar-benar diinginkan oleh sang pemain.”
Drama dalam Perebutan Tanda Tangannya
Perjalanan transfer menuju Turki dikabarkan penuh drama, terutama melibatkan raksasa Spanyol, Atletico Madrid. Tim asuhan Diego Simeone itu sempat menjadi favorit untuk merekrut mantan pemain Manchester United tersebut, yang dianggap sebagai calon penerus jangka panjang Antoine Griezmann. Namun, kesepakatan itu gagal terwujud setelah pihak Atletico merasa ‘tidak dihormati’ akibat kurangnya komunikasi dari kubu pemain pada tahap akhir negosiasi.
Fenerbahce memanfaatkan kegagalan negosiasi antara Greenwood dan klub Spanyol tersebut untuk mengamankan kesepakatan. Klub Turki itu mengonfirmasi bahwa mereka akan membayar total biaya transfer sebesar €39 juta kepada Marseille, yang dibayarkan dalam tiga tahun dengan cicilan yang sama besar. Ini menjadi komitmen finansial besar bagi tim asal Istanbul dalam upaya mereka memperkuat dominasi di kompetisi domestik.
Awal Baru di Istanbul
Greenwood telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun bersama Fenerbahce dan diharapkan menjadi pusat serangan tim. Sang penyerang langsung mengungkapkan antusiasmenya terhadap kepindahan ini, menyoroti besarnya reputasi klub barunya. Dalam pesan video resmi untuk para pendukung Turki, Greenwood menegaskan bahwa ia tidak ragu begitu tawaran dari Super Lig datang.
“Saya tidak perlu berpikir dua kali ketika mereka menunjukkan ketertarikan kepada saya,” ujar Greenwood setibanya di Turki. “Ini adalah klub terbesar di Turki dan saya tidak sabar untuk segera memulai.” Setelah meraih kesuksesan di Spanyol bersama Getafe dan di Prancis bersama Marseille, Greenwood kini mengalihkan fokusnya ke liga besar Eropa keempat dalam kariernya, dengan tekad untuk melanjutkan ketajamannya di salah satu lingkungan sepak bola paling bergairah di dunia.