Victor Mailangkay: Kemitraan Indonesia-Denmark Jadi Momentum Kebangkitan Peternakan Babi di Sulut
Alpen Martinus July 15, 2026 10:38 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,SULUT - Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam mempercepat pemulihan sektor peternakan babi yang sempat terdampak wabah African Swine Fever (ASF).

Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK), Victor menghadiri kegiatan Indonesia–Denmark Swine Genetics Partnership yang digelar di The Dharmawangsa, Jakarta.

Menurut Victor, pemulihan sektor peternakan tidak hanya berfokus pada peningkatan kembali angka produksi, tetapi juga mengembalikan semangat dan harapan para peternak yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan berat akibat merebaknya ASF.

Baca juga: DanBred Denmark dan PT SOW Hadirkan Investasi Peternakan Babi Modern di Likupang Minut Sulut

"Pemulihan sektor peternakan bukan hanya tentang mengembalikan angka produksi, tetapi juga menghidupkan kembali harapan para peternak yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar akibat African Swine Fever (ASF)," ujar Victor Mailangkay Rabu (15/7/2026)

Ia menjelaskan, kemitraan Indonesia-Denmark menjadi langkah strategis dalam mempercepat kebangkitan industri peternakan babi melalui pengembangan genetika ternak unggul sekaligus penerapan standar biosekuriti yang lebih baik.

Victor menilai, kolaborasi internasional tersebut membuka peluang besar bagi daerah-daerah sentra peternakan, termasuk Sulawesi Utara, untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sektor peternakan.

"Saya mewakili Gubernur Sulawesi Utara Bapak Yulius Selvanus menghadiri kegiatan Indonesia-Denmark Swine Genetics Partnership. Kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemulihan sektor peternakan babi melalui pengembangan genetika ternak unggul dan penerapan standar biosekuriti yang semakin baik," katanya.

Ia menambahkan, Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra peternakan babi nasional.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan para peternak dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan sektor peternakan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

"Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra peternakan babi nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan para peternak menjadi sangat penting untuk menghadirkan sektor peternakan yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan," ungkapnya.

Victor juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari keberhasilan menjaga sektor-sektor ekonomi yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

"Saya meyakini, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan kita menjaga dan mengembangkan sektor-sektor yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Peternakan adalah salah satunya," jelasnya.

Ia berharap kemitraan yang telah dibangun tersebut mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan peternakan di Sulawesi Utara maupun Indonesia secara keseluruhan.

"Kiranya langkah baik yang dimulai hari ini dapat membawa manfaat yang besar, tidak hanya bagi Sulawesi Utara, tetapi juga bagi Indonesia. Semoga para peternak kita semakin berdaya, semakin sejahtera, dan mampu bangkit bersama menuju masa depan yang lebih baik," tutup Victor Mailangkay. (REN/ADV)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.